Selasa, 12 Mei 2026

Tahukah Anda

Bagaimana Magnet Bisa Punya Dua Kutub yang Saling Berlawanan? 

Magnet memiliki dua buah ujung yang berlawanan. Ujung magnet tersebut disebut sebagai kutub. Saat sebatang magnet dipotong menjadi dua, maka kedua ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Istimewa
Ilustrasi magnet. Magnet memiliki dua kutub, kutub utara dan selatan. Jika sebatang magnet dipotong, maka akan menghasilkan magnet baru, yang mana kutub utara magnet akan dapat menarik kutub selatan magnet lainnya. 

Akan tetapi, para fisikawan tahu bagaimana elektron memiliki medan magnet karena mereka telah mengukurnya, dan salah satu cara medan magnet itu bisa dihasilkan adalah jika elektron berputar.

Membalikkan arah putaran, dan medan magnet akan berputar.

Selanjutnya, apabila memungkinkan maka elektron akan berpasangan dan putarannya saling meniadakan sehingga magnetisme total atom akan menjadi nol.

Kendati demikian, ada beberapa elemen, seperti besi, yang mana magnetisme itu tidak bisa terjadi.

Sebab, jumlah elektron dan posisinya di sekitar nukelus berarti bahwa setiap atom besi akan memiliki elektron tidak berpasangan yang menghasilkan medan magnet kecil.

Selain itu, pada bahan yang tidak mengandung magnetisme, medan magnet individu ini mengarah ke arah acak yang berbeda.

Baca juga: Benarkah Logam Mulia Termahal Berasal dari Emas yang Ada di Dunia?

Baca juga: Marshanda Menangis, Cerita Kehidupannya Saat Ini

Dalam hal ini, sebagian besar akan meniadakan satu sama lain sehingga materialnya tidak bersifat magnetis secara keseluruhan.

Akan tetapi, di dalam kondisi yang tepat, maka medan magnet subatomik yang sangat kecil dapat sejajar untuk menunjuk ke arah yang sama.

Medan magnet Bumi Ada banyak benda yang memiliki medan magnet, termasuk planet yang kita tinggali.

Ilmuwan mendefinisikan kutub utara magnet sebagai ujung yang mengarah ke kutub utara Bumi apabila magnet dapat berputar bebas.

Namun, secara teknis, menurut Bobinger, ini berarti bahwa kutub magnet utara di Bumi sebenarnya adalah kutub magnet selatan, karena kutub yang berlawanan saling tarik- menarik.

Fisikawan juga telah menemukan susunan lain dari kutub magnet, termasuk quadrupoles, di mana ini merupakan kombinasi kutub magnet utara dan selatan yang disusun dalam bentuk persegi.

Sayangnya, satu tujuan ini pun tetap sulit untuk dipahami dan belum ada yang menemukan monopole magnetik, kata Paolo Ferracin, seorang ilmuwan senior di Lawrence Berkeley National Laboratory di California.

Elektron dan proton adalah monopol listrik, yang masing-masing memiliki muatan listrik tunggal, baik positif maupun negatif.

Akan tetapi, elektron dan partikel lain, juga memiliki dua kutub magnet.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved