Jumat, 10 April 2026

Haba Artis

Andhara Early Tidak Gengsi Jualan dan Jadi Sopir

Andhara Early mengaku awalnya sempat bekerja sebagai karyawan kantoran setelah memutuskan mundur dari dunia hiburan karena bosan.

Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN
Pembawa acara dan penyiar radio Andhara Early (36) menghadiri reuni artis angkatan 90-an, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (22/5/2016) malam. 

PROHABA.CO - Lama tak terlihat, pembawa acara dan model, Andhara Early cerita tentang kehidupannya setelah tinggalkan dunia hiburan dan kini berjualan makanan di kantin sekolah anaknya.

Andhara Early mengaku awalnya sempat bekerja sebagai karyawan kantoran setelah memutuskan mundur dari dunia hiburan karena bosan.

“Mungkin karena udah dari tahun 1995, terus kayak bosen, sebosen itu,” kata Early dikutip dari YouTube Brownis Trans tv.

“Tiba-tiba jengah banget sama dunia entertainment, mau ngapain lagi, harus sesuatu yang baru,” sambungnya.

Saat itu Andhara Early berencana untuk kuliah.

Tapi dari masukan temanteman, Early akhirnya memutuskan mencoba melamar pekerjaan.

Namun kehidupan itu berubah saat pandemi Covid-19.

Early mulai merasakan jam kerja yang tidak sehat karena diberlakukan work from home (WFH).

Ia pun meninggalkan pekerjaan itu dan kini berjualan makanan di kantin sekolah anaknya.

Baca juga: Astrid Tiar Nyaman Sebagai Presenter dan Banyak Tolak Tawaran Main Film

“Pandemi, pressure-nya lumayan, kita masih bisa adaptasi, awal-awal dua tahun, pas masuk tahun ketiga, udah makin enggak bener kerjaannya,” Andhara Early.

“Kerjaan kalau dari rumah kan jadi enggak jelas waktunya. Harusnya tidur dikejar-kejar harus meeting, akhirnya memutuskan resign,” lanjutnya.

Awalnya, Andhara Early sempat yakin akan dapat pekerjaan lain dalam waktu tiga hingga enam bulan. Tapi ternyata kondisi pandemi Covid-19 ikut mengubah kondisi tersebut.

Diluar dari perhitungan, Andhara Early dan suami akhirnya terpaksa mengandalkan uang tabungan untuk biaya hidup, termasuk untuk melunasi utang kredit pemilikan rumah (KPR).

Setelah melunasi utang KPR, Early dan suami yang belum memiliki pekerjaan tetap memiliki ide berjualan makanan di kantin sekolah anak mereka.

“Jualan itu sebenarnya iseng-iseng.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved