Sabtu, 18 April 2026

Ibadah Haji 2023

Arab Saudi Dilanda Cuaca Panas Ekstrem, Namun Jama’ah Haji Tidak Putus Semangat

Cuaca panas di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi jama’ah yang menunaikan haji di Tanah Suci,Mekkah.

Editor: IKL
freepik via Tribunnews
Ilustrasi wukuf di Arafah. 

Salah seorang jama’ah mengatakan "Panas di sini terasa tidak normal, sangat panas," , Nibal Mohammed jama’ah asal Suriah berusia 70 tahun yang berasal dari Kanada.
Musim Ibadah Haji ini merupakan sumber ekonomi utama bagi Arab Saudi, ekonomi negara ini juga sebagian pada minyak.

Dalam kalender, musim Haji memang tidak selalu berlangsung selama musim panas.
Namun, musim Haji tahun ini menjadi rekor terbesar, menurut pejabat, setelah pembatasan jumlah jemaah pada era pandemi virus corona (Covid-19) dihapus.

Beberapa Batasan usia maksimum juga telah dihapuskan, membuka pintu bagi banyak umat lanjut usia (lansia) yang mungkin lebih rentan terhadap panas, untuk menunaikan ibadah Haji.

Cuaca panas ekstrem ini dapat membuat aktivitas di luar ruangan menjadi berbahaya, membawa risiko dehidrasi, serangan panas bahkan gagal jantung.

Upaya melindungi para pekerja, Arab Saudi melarang pekerjanya di luar ruangan mulai pukul 12 siang hingga 3 sore pada periode Juni hingga September, tepatnya bulan-bulan terpanas di negara itu.

Cuaca Panas Bukanlah Sebuah Hambatan
Iklim yang sangat ekstrem sehingga pada 2021, Panel Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan bahwa sebagian dari negara arab bisa saja tidak dapat dihuni pada akhir abad ini karena kenaikan suhu yang sangat dratis.

Akan tetapi bagi jama’ah asal Indonesia, panas bukan menjadi penghalang untuk ibadah

"Kami memiliki keyakinan di hati kami," kata operator tur berusia 40 tahun.

"Cuaca panas bukan menjadi punca masalahnya, tapi lebih banyak orang yang mendorong, itulah masalahnya," ucap pria berusia 47 tahun.

Pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah sepanjang tahun menghasilkan sekitar 12 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per tahun untuk Arab Saudi.

Negara yang beribukota di Riyadh itu diketahui tengah berinvestasi di bidang pariwisata sembari mendiversifikasi ekonominya dari minyak

Sebuah proyek perluasan pun melibatkan peningkatan infrastruktur dan transportasi untuk mendukung fasilitas di Makkah dan Madinah.

Ini adalah bagian penting dari rencana untuk meningkatkan jumlah pengunjung dua kota suci itu.
Beristirahat di sebuah tempat teduh di dekat Masjidil Haram, Ahlam Saei, warga Tunisia berusia 40 tahun mengatakan bahwa cuaca panas di Saudi 'sangat parah' dibandingkan dengan di negaranya. Tetapi, ia tidak ingin mengeluh.

"Haji merupakan lumrah ide yang didasarkan pada penerimaan kesulitan, maka hadiah yang akan didapat akan sama dengan kesulitannya," kata Saei.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iklim Gurun Diprediksi Lebih Panas Dari Zaman Nabi, Sengatan Matahari di Saudi Tantangan Jemaah Haji

Artikel ini telah tayang di TribunTernate.com dengan judul Cuaca di Arab Saudi Saat Ini Lebih Panas Dibanding Zaman Nabi, Jemaah Haji: Itu Bukan Halangan, https://ternate.tribunnews.com/2023/06/27/cuaca-di-arab-saudi-saat-ini-lebih-panas-dibanding-zaman-nabi-jemaah-haji-itu-bukan-halangan?page=3

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved