Kamis, 9 April 2026

Ibadah Haji 2023

Arab Saudi Dilanda Cuaca Panas Ekstrem, Namun Jama’ah Haji Tidak Putus Semangat

Cuaca panas di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi jama’ah yang menunaikan haji di Tanah Suci,Mekkah.

Editor: IKL
freepik via Tribunnews
Ilustrasi wukuf di Arafah. 

PROHABA.CO - Cuaca panas di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi jama’ah yang menunaikan haji di Tanah Suci, Mekkah.

Iklim gurun di Arab Saudi semakin panas penyebabnya karena adanya pemanasan global dan krisis iklim dalam beberapa tahun ini.

Diperkirakan cuaca kali ini lebih panas ketimbang zaman Rasulullah SAW, ribuan tahun lalu
Meskipun begitu tidak membuat jama’ah haji tidak putus semangat walaupun harus mengerjakan ibadah dibawah terik matahari yang panas.

Salah satu jama’ah misalnya, Abdul al-Assad.
Menurut Abdul al-Assad, panas disini yang begitu terik di tanah suci merupakan bagian dari ibadah Haji di Arab Saudi pada musim panas kali ini.

Meskipun beberapa ponsel jama’ah kepanasan bahkan trotoar yang terasa seperti penggorengan yang panas, dan juga suhu 46 derajat celcius ini membuat seorang agen asal Inggris berusia 48 tahun itu mengatakan kesulitan ini adalah berkah dan pengalaman bagi diri manusia.

"Jika ingin mudah, itu akan terlalu mudah. Tujuan utama adalah agar anda melakukan ibadah seperti yang dilakukan Nabi (Muhammad SAW), maka menjadi pelajaran dengan cara menghargai apa yang anda miliki," kata Assad di Makkah.

Dilansir dari laman Channel News Asia, Selasa (27/6/2023), wajahnya terlihat memerah karena sengatan terik matahari disana.

Suhu yang meningkat di Negeri Arab ini telah di terangkan oleh sarjana non-residen di Middle East Institute di Washington, Amerika Serilat (AS), Karim Elgendy.

"Suhu udara panas rata-rata di kerajaan kaya akan minyak itu telah meningkat 2,5 derajat Celcius dalam empat dekade terakhir karena perubahan iklim," ucap Karim.

Menurutnya, suhu musim panas maksimum 50 derajat bisa menjadi kejadian tahunan pada akhir abad ini.

"Juga Kelembaban diperkirakan akan meningkat, mengakibatkan kondisi luar ruangan di masa depan sangat susah untuk dikurangi," lanjut Elgendy.

Air disemprotkan dari tiang-tiang panjang agar jamaah tetap merasa sejuk di luar Masjidil Haram di Makkah

Dijarak yang lainnya, beberapa peziarah berjubah putih berdiri di atas lantai marmer yang sejuk di pintu masuk hotel dan juga pada pusat perbelanjaan, mereka berteduh sambil menunggu waktu masuk sholat berikutnya.

"Terpantau lebih dari 32.000 petugas kesehatan dipersiapkan guna membantu siapapun yang terkena sengatan panas atau penyakit lain", sementara botol-botol air dibagikan secara gratis. Ucap salah satu petugas.

Ramai jama’ah yang tampak memegang payung untuk melindungi diri dari sinar matahari.
Sedangkan jamaah yang lainnya ada yang membawa kain yang terlipat dan diletakkan di atas kepala mereka.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved