Minggu, 26 April 2026

Kriminal

Sadis! Gadis 15 Tahun di Kupang Dirudapaksa 10 Pria, Korban Alami Pendarahan

Kasus perkosaan gadis berusia 15 tahun yang diduga dilakukan 10 pria di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menjalani perawatan intensif di rumah

|
Penulis: Redaksi | Editor: Muliadi Gani
Ilustrasi rudapaksa - Pria Beristri di Bireuen Rudapaksa Adik Ipar, Ibu Korban Syok.
Ilustrasi rudapaksa - Sadis! Gadis 15 Tahun di Kupang Dirudapaksa 10 Pria, Korban Aalami Pendarahan 

PROHABA.CO, KUPANG - Kasus perkosaan gadis berusia 15 tahun yang diduga dilakukan 10 pria di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami pendarahan.

"Korban masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT Komisaris Besar Polisi Ariasandy kepada Kompas.com, Senin (7/8/2023).

Selain mengalami pendarahan hebat, remaja asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) itu juga mengalami trauma mendalam.

Saat ini, korban terus didampingi lembaga swadaya pemerhati perempuan dan anak.

Ariasandy mengatakan, korban datang ke Kota Kupang untuk mencari ayah kandungnya.

Sebab, sang ibu telah meninggal dunia. Namun, saat tiba di Kupang, dia diperkosa oleh 10 orang pemuda di sejumlah tempat berbeda.

Dari 10 orang pelaku, tujuh orang telah ditangkap. Pelaku yang ditangkap yakni MT, mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Kota Kupang.

Sementara enam orang merupakan pekerja harian lepas, yakni OB, YB, DRT, RT, OB dan DN.

"Saat ini, anggota kita di Polsek (Kepolisian Sektor) Kelapa Lima, masih melakukan pencarian terhadap pelaku lain yang diduga terlibat dalam tindak pidana ini," kata Ariasandy.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Rudapaksa Anak 13 Tahun di Bangka Selatan

Korban belum bisa diperiksa karena masih mengalami trauma dan dirawat di rumah sakit.

Namun, dari hasil interogasi awal, korban mengaku mengenal dua orang pelaku.

Setelah itu dia diperkosa bergilir oleh 10 orang dalam waktu yang bersamaan.

Aksi para pelaku dilakukan saat mereka berkumpul dan menegak minuman keras hingga mabuk.

"Korban diperkosa secara bergiliran sejak bulan Juli 2023 lalu ketika ia baru datang dari Kabupaten TTU.

Para pelaku memerkosa korban berulang kali di empat lokasi berbeda," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved