Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Pihak RS, Terkait Kasus Bayi Tertukar di Bogor
Kasus bayi tertukar di Bogor kini memasuki babak baru. Meski anak biologis telah kembali ke ibu kandung, aparat kepolisian kini tengah mendalami
PROHABA.CO, BOGOR - Kepolisian Resor Bogor mengaku masih mendalami dugaan kelalaian pihak manajemen Rumah Sakit (RS) Sentosa, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kasus ini terkait kasus bayi tertukar yang dibuktikan dari hasil tes DNA.
Kasus bayi tertukar di Bogor kini memasuki babak baru.
Meski anak biologis telah kembali ke ibu kandung, aparat kepolisian kini tengah mendalami dugaan kelalaian oleh pihak rumah sakit.
Sebagaimana diketahui, Siti Mauliah dan Dian sama-sama melahirkan di RS Sentosa, Kecamatan Kemang, KabupatenBogor pada 18 Juli 2022.
Siti Mauliah merasa janggal usai menyusui bayinya di hari kedua.
Siti merasa ada perbedaan dengan bayi yang ditemuinya di hari pertama dengan hari kedua, terutama di bagian rambut.
Polres Bogor, Jawa Barat, memastikan akan tetap mengembangkan kasus tindak pidana dugaan kelalaian rumah sakit tempat dua bayi tertukar setahun lalu.
Polisi telah memastikan dua bayi yang dirawat oleh Ibu Siti Maulia (37) dan Ibu DP (33) telah tertukar di Rumah Sakit (RS) Sentosa, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kepastian itu didapat setelah hasil tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) silang keluar dan dinyatakan 99,9 persen tidak identik atau tertukar dari orang tua biologisnya.
“Hasil penyelidikan dari proses tertukarnya bayi tersebut terjadi kurang lebih hari H+1 setelah pelaksanaan persalinan Ibu SM dan Ibu DP.
Baca juga: Bayi Tertukar, Kedua Belah Pihak Adukan Pelayanan RS ke Polisi
Baca juga: Rezky Aditya Siap Tes DNA, Citra Kirana Akui Berat Pertahankan Rumah Tangga
Baca juga: Tiga Oknum TNI jadi Tersangka Termasuk Praka RM, Kasus Tewasnya Warga Aceh Imam Masykur
Kemudian proses itu lagi berjalan di bidang sisi penegakan hukum,” ujar Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro saat konferensi pers bayi tertukar di Mapolres Bogor, Cibinong, Jumat (26/8/2023) malam.
Setelah hasil tes DNA silang kedua ibu bayi diketahui, polisi tidak menghentikan penyelidikan terhadap pihak rumah sakit yang bertanggung jawab atas kasus tertukarnya bayi tersebut.
Penyelidikan akan terus dilakukan dengan pendalaman saksi-saksi atau seluruh perawat dan bidan saat kejadian setahun lalu, 18 Juli 2022.
Hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab dua bayi laki-laki itu tertukar usai dilahirkan sehari di rumah sakit tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Momen-haru-terjadi-usai-pengumuman-hasil-tes-DNA-dua-keluarga-yang-bayinya-tertukar-di-RS-Sentosa.jpg)