Selasa, 28 April 2026

Tahukah Anda

Waspada! Kompor Gas Terbukti Hasilkan Senyawa yang Dapat Picu Kanker

Kompor gas alam dan oven dapat menyebarkan bahan kimia berbahaya di dalam rumah, bahkan saat tidak digunakan.

Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK/BEBOOPAI
Ilustrasi kompor gas. 

PROHABA.CO - Kompor gas adalah alat yang umum digunakan di banyak rumah untuk memasak makanan.

Kompor gas alam dan oven dapat menyebarkan bahan kimia berbahaya di dalam rumah, bahkan saat tidak digunakan.

Bahan kimia tersebut secara lebih pasti dikaitkan dengan leukemia, multiple myeloma, dan limfoma non-Hodgkin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada tingkat yang aman dari paparan benzena dalam hal risiko kanker.

Namun, sebuah studi baru-baru ini telah mengungkapkan potensi bahaya tersembunyi dari penggunaan kompor gas.

Dikutip dari News Stanford, Senin (4/9/2023), sebuah analisis yang dipimpin Stanford menemukan bahwa kompor gas tanam tunggal pada oven tinggi atau gas yang diatur ke 350 derajat Fahrenheit dapat meningkatkan kadar benzena karsinogen dalam ruangan.

“Benzena bisa muncul di tempat-tempat bersuhu tinggi seperti ladang minyak dan kilang.

Sekarang kita juga tahu bahwa benzena dapat terbentuk saat kita menggunakan kompor gas di rumah,” ujar Profesor Rob Jackson, penulis senior studi dan profesor ilmu sistem Bumi di Stanford Doerr School of Sustainability.

Baca juga: Bahan Kimia Baru Sangat Reaktif Ditemukan di Atmosfer Bumi

Melalui pembakaran, kompor gas juga memancarkan bahan kimia beracun, termasuk karbon monoksida (CO), yang menghambat respirasi sel, formaldehida (HCHO), karsinogen, dan nitrogen dioksida (NO2), iritasi pernapasan yang terkait dengan asma.

Picu kanker Dilansir dari American Cancer Society, The International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan benzena bersifat karsinogenik untuk manusia.

Artinya, senyawa ini memiliki potensi untuk menyebabkan kanker.

Kesimpulan ini didapatkan setelah berbagai bukti yang menunjukkan paparan benzena menyebabkan leukemia myeloid akut (AML).

IARC juga mencatat, paparan benzena telah dikaitkan dengan leukemia limfositik akut (ALL), leukemia limfositik kronis (CLL), multiple myeloma, dan limfoma non-Hodgkin.

Secara umum, peneliti menemukan tingkat benzena yang muncul dalam ruangan akibat nyala api kompor gas bisa lebih tinggi daripada rata-rata tingkat benzena yang dihasilkan oleh asap rokok.

Selain itu, benzena dapat menyebar ke ruangan lain yang jauh dari dapur dan kadar benzena yang terukur di dalam kamar tidur dapat melampaui standar kesehatan yang berlaku secara nasional dan internasional.

Baca juga: Ilmuwan Jepang Berhasil Ciptakan DNA Buatan untuk Membunuh Sel Kanker

Baca juga: Empat Ban Mobil PNS Dicuri dan Diganti dengan Batako

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved