Kamis, 28 Mei 2026

Tahukah Anda

Penularan Virus Covid SARS-CoV-2 Berevolusi Pesat pada Rusa Ekor Putih

Penularan SARS-CoV-2 dari manusia ke rusa berekor putih ( Odocoileus virginianus) menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang unik karena potensi

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Emery Way via WIKIMEDIA COMMONS
Ilustrasi rusa ekor putih. Virus Omicron ditemukan pada rusa ekor putih di New York. Memunculkan kekhawatiran hewan ini menjadi inang virus corona varian baru. Penularan virus Covid, manusia lebih sering tularkan virus ke hewan liar.(Emery Way via WIKIMEDIA COMMONS) 

PROHABA.CO - SARS-CoV-2 adalah virus zoonosis dengan penularan dua arah yang terdokumentasi antara manusia dan hewan. 

Penularan SARS-CoV-2 dari manusia ke rusa berekor putih ( Odocoileus virginianus) menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang unik karena potensi terbentuknya reservoir di mana varian dapat bertahan dan berkembang. 

Kendati dunia menyatakan pandemi Covid-19 telah berakhir, tetapi faktanya virus corona penyebab penyakit baru ini masih belum hilang.

Hasil temuan studi mengungkapkan fakta mengejutkan.

Pasalnya, virus Covid, SARS-CoV-2 dapat berkembang pesat di dalam tubuh rusa ekor putih.

Dilansir dari Science Alert, Selasa (5/9/2023), virus corona penyebab Covid-19 ternyata tidak hanya bisa menginfeksi manusia.

Menurut studi baru, virus tersebut juga bisa melompat ke hewan lain, salah satunyarusa ekor putih.

Tampaknya, virus Covid tersebut mampu berevolusi pesat pada hewan tersebut.

Baca juga: Gejala Infeksi Varian Covid Pirola Kini dalam Pengawasan WHO

Studi sebelumnya telah mengungkapkan bahwa virus ini mungkin umum ditemukan pada rusa ekor putih (Odocoileus virginianus) yang hidup di beberapa bagian di Amerika Serikat.

Para peneliti dalam studi barunya, berupaya mencari infeksi SARS-CoV-2 dengan menyeka hidung rusa yang berkeliaran di Ohio.

Pengambilan sampel pada sekitar 1.522 rusa dilakukan antara November 2021 hingga Maret 2022, di 88 wilayah di negara bagian tersebut.

Berdasarkan hasil analisis genetik terhadap sampel usap tersebut menunjukkan infeksi virus Covid aktif pada 10 persen rusa.

Sedikitnya satu kasus positif ditemukan pada 59 persen wilayah yang diuji.

Selain sampel usap, peneliti juga mengumpulkan sampel darah dari sejumlah rusa untuk mencari jejak infeksi sebelumnya, yang ditunjukkan dengan adanya antibodi spesifik.

Hasilnya, mereka memperkirakan hampir 24 persen rusa ekor putih di Ohio pernah terinfeksi SARSCoV-2.

Baca juga: Mengaku Polisi, Tahanan Lapas Tipu Warga Jember Rp 40 Juta

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved