Rabu, 20 Mei 2026

UMKM

Shoope Menjadi E-commerce Favorit Penggarap Usaha Lokal dan UMKM

Beberapa inovasi pun terus mengalami perkembangannya oleh platform e-commerce untuk membantu merek lokal dan UMKM guna mengembangkan bisnis.

Tayang:
Penulis: Sahasnataini | Editor: Muliadi Gani
//asset-2.tstatic.net/prohaba/foto/bank/images/Shopee.jpg
Shoope Menjadi E-commerce Favorit Penggarap Usaha Lokal dan UMKM 

PROHABA.CO - kemajuan teknologi menjadi bukti sebagai dampak positif dari pertumbuhan bisnis produk-produk lokal, terlihat seperti bebrapa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Tidak hanyak menguntungkan dalam skala bisnis lokal, tetapi juga memberikan efek yang cukup besar bagi perekomonomian nasional.

Melansir dari Tribunnews.com, transaksi e-commerce pada 2022 mencapai Rp476,3 triliun atau tumbuh sekitar 18 persen dari 2021 mencapai Rp401 triliun, sementara pertumbuhan transaksi e-commerce di 2021 mencapai di atas 50 persen.

Hal tersebut yang membuktikan bahwa platform teknologi masih banyak diandalkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Beberapa inovasi pun terus mengalami perkembangannya oleh platform e-commerce untuk membantu merek lokal dan UMKM guna mengembangkan bisnis secara efesien.

Selain karena ingin mencapai pelanggan baru, pemain e-commerce juga berlomba-lomba dalam mengembangkan program dan inisiatif yang mendukung perkembangan merek lokal dan UMKM.

Dukungan yang tepat tersebutlah yang menjadi peluang baru sebagai upaya signifikan bagi masyarakat luas.

Baca juga: Ini Dua Alasan TikTok Shop Ditutup di Indonesia, Merugikan Pedagang Kecil?

Seperti yang dikutip dari tribunnews.com hasil riset Ipsos pada bulan Maret lalu dengan judul "Understanding The Potentiality In E-commerce Seller”, dengan responden yang sebagian besar adalah pelaku usaha brand lokal dan UMKM yang berjualan online, mengungkapkan beberapa faktor-faktor krusial yang dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis para pelaku usaha brand lokal dan UMKM di ranah e-commerce. 

Riset Ipsos menunjukkan Shopee (65 persen) diasosiasikan sebagai marketplace yang paling memberikan omzet terbesar bagi bisnis kebanyakan pelaku usaha brand lokal dan UMKM, berada jauh di atas Tokopedia (16 persen) dan Lazada (6 persen). 

Lebih dari itu, berdasarkan pilihan responden, Shopee (59 persen) juga menjadi marketplace di urutan pertama yang paling memberikan keuntungan terbanyak bagi bisnis para pelaku usaha brand lokal dan UMKM, diikuti oleh Tokopedia (20 persen) di urutan kedua, lalu Lazada (7 persen).

Untuk mengetahui seberapa baik citra pemain e-commerce menurut para pelaku usaha brand lokal dan UMKM, Ipsos menggunakan beberapa indikator, antara lain:

● Pada indikator Top Of Mind (TOM), Shopee unggul dibanding marketplace lainnya.

Shopee (67 persen) menempati urutan pertama di benak kebanyakan pelaku usaha brand lokal dan UMKM, diikuti oleh Tokopedia (16 persen), lalu Lazada (6 persen).

Artinya ketika para pelaku usaha brand lokal dan UMKM mendengar platform marketplace, Shopee menjadi merek yang pertama kali muncul di benak kebanyakan mereka.

● Berdasarkan indikator Brand Used Most Often (BUMO), platform marketplace yang paling sering digunakan oleh mayoritas pelaku usaha brand lokal dan UMKM adalah Shopee yang jauh unggul di peringkat pertama dengan angka 80 persen, disusul oleh Tokopedia (10 persen), lalu Lazada (3 persen).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved