Senin, 18 Mei 2026

Palestina vs Israel

Rudal Hizbullah Hantam Pos Militer Israel di Perbatasan Lebanon

Serangan ini meningkatkan ketegangan di kedua belah pihakbelah pihak menyusul terjadinya perang Israel versus Kelompok Hamas, Palestina.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Jalaa Marey/AFP
Tentara Israel bersenjatakan meriam artileri menjaga posisi mereka di lokasi yang dirahasiakan di Israel utara yang berbatasan dengan Lebanon pada 8 Oktober 2023. 

PROHABA.CO, BEIRUT - Kelompok Hizbullah (Hezbollah) Lebanon yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab atas penembakan peluru kendali (rudal), roket, dan mortar ke pos-pos militer Israel di perbatasan, Sabtu (13/10/2023).

Serangan ini meningkatkan ketegangan di kedua belah pihakbelah pihak menyusul terjadinya perang Israel versus Kelompok Hamas, Palestina.

Sebagai informasi, Hizbullah dan faksi Palestina lainnya di Lebanon telah saling baku tembak dengan Israel sejak serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel yang memicu perang yang telah menewaskan lebih dari 1.300 orang di Israel.

Seorang koresponden AFP di dekat Shebaa Farms melaporkan penembakan dan melihat kepulan asap membubung di daerah tersebut.

Israel hampir setiap hari melakukan baku tembak dengan Hizbullah dan faksi-faksi Palestina yang bersekutu di Lebanon sejak Minggu, meskipun serangan balasan masih terbatas.

Baca juga: Israel Ancam akan Kembalikan Lebanon ke Zaman Batu Jika Perang Hizbullah

Kelompok militan Palestina, Hamas, telah melancarkan “perang” melawan Israel, kata Menteri Pertahanan Yoav Gallant, setelah rentetan roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel pada 7 Oktober.

Orang-orang bersenjata Palestina juga menyandera sekitar 150 orang, sementara serangan balasan udara dan artileri besar-besaran Israel telah menewaskan lebih dari 2.200 orang di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Hizbullah “menyerang posisi Zionis di Peternakan Shebaa Lebanon yang diduduki, menggunakan roket dan mortir,” kata kelompok muslim Syiah itu dalam sebuah pernyataan terbaru.

Tentara Lebanon mengatakan pada hari Sabtu bahwa Israel berada di balik tembakan lintas perbatasan yang menewaskan seorang jurnalis Reuters dan melukai enam lainnya di dekat perbatasan pada hari sebelumnya.

Baca juga: PBB Kecam Keras Israel Soal Ultimatum Evakuasi 1,1 Juta Warga Gaza, Hizbullah Siap Gabung ke Hamas

Sementara itu, Qassim Qassir, seorang analis Lebanon yang dekat dengan kelompok tersebut, mengatakan Hizbullah tidak akan membiarkan kehancuran Hamas dan tidak akan membiarkan Gaza sendirian menghadapi serangan darat Israel.

“Ketika situasi memerlukan eskalasi lebih lanjut, maka Hizbullah akan melakukannya,” katanya kepada The Associated Press.

Hizbullah dan Israel telah menargetkan pos-pos dan posisi militer dalam serangan singkat di perbatasan sejak pecahnya konflik.

Tiga pejuang Hizbullah tewas pada hari Senin, sedangkan para pejabat Israel mengatakan salah satu tentara mereka tewas dalam serangan rudal antitank dua hari kemudian.

Sebelum melancarkan serangan terbaru ini pimpinan Hizbullah menyatakan akan bergabung dengan Hamas menyerang Israel dan itu hanya tinggal soal waktu saja.

Bila saatnya tiba, Hizbullah akan langsung melancarkan serangan balasan ke Israel yang bertekad mengosongkan dan menguasai Gaza.

(Kompas. com)

Baca juga: Konflik Israel-Hamas, Ratusan Anak Palestina Meninggal dalam 7 Hari Terakhir

Baca juga: 8 Hal Penting Yang Wajib Diperhatikan Sebelum Memulai Bisnis

Baca juga: Temuan Mayat Tergantung di Pohon Gegerkan Simeulue

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved