konflik Palestina vs Israel
Perang Hamas-Israel, Israel Lancarkan Serangan Darat Lawan Hamas di Gaza
Warga Gaza yang terkepung hampir tidak memiliki komunikasi dengan dunia luar karena jet-jet Israel menjatuhkan lebih banyak bom di daerah kantong
PROHABA.CO, YERUSALEM - Pasukan Israel melancarkan operasi darat melawan Hamas di Gaza, Minggu (29/10/2023), yang disebut oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai fase kedua dari perang yang sudah berlangsung selama tiga minggu.
Operasi darat itu bertujuan untuk menghancurkan kelompok militan Palestina.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada Sabtu (27/10/2023) bahwa pasukan Israel telah meluncurkan fase kedua perang Gaza.
Ini dimulai saat mereka meluncurkan operasi darat terhadap Hamas dan bersumpah untuk menghancurkan musuh di atas dan di bawah tanah.
Warga Gaza yang terkepung hampir tidak memiliki komunikasi dengan dunia luar karena jet-jet Israel menjatuhkan lebih banyak bom di daerah kantong Palestina yang dikuasai Hamas.
Dilansir dari Reuters, para petinggi militer mengatakan bahwa serangan darat yang telah lama terancam sedang dipersiapkan.
Berbicara pada sebuah konferensi pers di Tel Aviv, Netanyahu memperingatkan warga Israel untuk bersiap-siap menghadapi kampanye militer yang panjang dan keras.
Baca juga: Hadapi Serangan Darat Israel, Hamas Siaga dengan Kekuatan Penuh
Namun, ia tidak menyebut serangan darat Israel saat ini sebagai sebuah invasi berskala besar.
Ia mengulangi himbauan Israel kepada warga sipil Palestina untuk mengungsi dari Jalur Gaza utara di mana Israel memusatkan serangannya, dan bersumpah bahwa segala upaya akan dilakukan untuk menyelamatkan lebih dari 200 sandera yang ditahan Hamas.
"Ini adalah tahap kedua dari perang yang tujuannya jelas, yaitu untuk menghancurkan kemampuan pemerintahan dan Hamas dan membawa pulang para sandera," kata Netanyahu.
"Kita baru berada di awal," katanya.
"Kami akan menghancurkan musuh di atas tanah dan di bawah tanah."
Israel telah memperketat blokade dan membombardir Gaza selama tiga minggu setelah serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober menewaskan 1.400 warga Israel pada hari paling mematikan dalam 75 tahun sejarah negara itu.
Negara-negara Barat pada umumnya mendukung apa yang mereka katakan sebagai hak Israel untuk mempertahankan diri, namun telah terjadi peningkatan keprihatinan internasional atas jumlah korban akibat pengeboman dan meningkatnya seruan untuk jeda agar bantuan dapat sampai ke warga sipil Gaza.
Baca juga: Serangan Udara Israel Putus Jalur Komunikasi dan Banyak Internet di Gaza
Baca juga: Ambulans Bawa Pasien Rujukan Mundur dan Terjun ke Sungai di Mane, Diduga Gagal Naiki Tanjakan Jalan
Otoritas kesehatan di Jalur Gaza yang berpenduduk 2,3 juta jiwa mengatakan 7.650 warga Palestina telah tewas dalam kampanye Israel untuk melenyapkan militan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Militer-Israel-di-perbatasan-ke-Jalur-Gaza.jpg)