Jumat, 1 Mei 2026

Perang Hamas Israel

Seruan Gencatan Senjata Perang Hamas-Israel Menguat, Korban Meninggal Terus Bertambah

Karena itu, sejumlah pihak terus mendorong agar perang Hamas dan Israel dapat dihentikan atau dilakukan gencatan senjata.

Tayang:
Editor: Jamaluddin
AFP/KATA KHATIB
Seorang perempuan Palestina berjalan di atas puing-puing bangunan menyusul serangan Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan pada Senin (20/11/2023). 

Para menlu tersebut juga meningkatkan tekanan kepada Barat untuk menolak pembenaran Israel atas tindakannya terhadap warga Palestina sebagai pembelaan diri.

PROHABA.CO, JALUR GAZA - Jumlah korban meninggal akibat serangan Isrel di Gaza terus meningkat.

Karena itu, sejumlah pihak terus mendorong agar perang Hamas dan Israel dapat dihentikan atau dilakukan gencatan senjata.

Dikutip dari Kompas.com, terbaru, para menteri luar negeri dari negara-negara Arab dan muslim menyerukan gencatan senjata di Gaza segera dilakukan.

Seruan itu mereka sampaikan saat bertemu di Beijing, Cina, pada Senin (20/11/2023).

Para pejabat yang mengadakan pertemuan dengan Menlu Cina, Wang Yi, antara lain berasal dari Arab Saudi, Yordania, Mesir, Indonesia, Palestina, dan Organisasi Kerjasama Islam.

Baca juga: Solusi Joe Biden: Gaza dan Tepi Barat Harus di Bawah Pemerintahan Palestina

Baca juga: Polisi Buru 3 Wanita Penipu di Binjai, Modus Meminta Sumbangan Donasi untuk Palestina

Baca juga: Sejumlah Organisasi Lakukan Aksi Galang Dana untuk Rakyat Palestina

Bagi para menteri luar negeri dari negara-negara Arab dan muslim, ini adalah lawatan pertama mereka ke Beijing untuk mendorong diakhirinya permusuhan dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan ke daerah kantong Palestina yang sudah hancur tersebut.

Para menlu tersebut juga meningkatkan tekanan kepada Barat untuk menolak pembenaran Israel atas tindakannya terhadap warga Palestina sebagai pembelaan diri.

"Kami di sini untuk mengirim sinyal yang jelas yaitu kita harus segera menghentikan pertempuran dan pembunuhan, kita harus segera mengirimkan pasokan kemanusiaan ke Gaza," kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Galang Dana Untuk palestina, Rachel Vennya Kumpulkan Rp1 Miliar dalam Sehari

Baca juga: Aksi Bela Palestina, Dari Jakarta hingga Roma Massa Demo Desak Israel-Hamas Gencatan Senjata

Baca juga: Menteri Israel Minta Warga Palestina Pindah ke Gurun Pasir, Usul Gaza Akan di Bom Nuklir

Dalam pertemuan di Jakarta pada hari yang sama, perwakilan negara-negara dengan kekuatan menengah yang tergabung dalam grup MIKTA juga menyerukan perdamaian terhadap berbagai konflik, termasuk Israel-Hamas.

Dalam pertemuan MIKTA Speakers Consultation Ke-9, Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengatakan bahwa konflik Hamas-Israel dan konflik Rusia-Ukraina dibahas.

Dikutip dari VOA Indonesia, terkait konflik Hamas-Israel, MIKTA menyerukan dilakukannya gencatan senjata sesegera mungkin dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Dalam pembahasannya, kata Puan, ada beberapa perbedaan pendapat antar negara-negara anggota MIKTA.

Ia menjelaskan, ada yang mendorong dilakukannya gencatan senjata dengan segera agar perdamaian bisa segera tercipta.

Sementara itu, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa perdamaian hanya bisa dilakukan dengan dialog meskipun akan memakan waktu panjang.

Baca juga: MERINDING, 2 Juta Orang Sesaki Monas Ikut Aksi Akbar Bela Palestina

Baca juga: Sejumlah Menteri Kabinet Jokowi Ikut Aksi Bela Palestina, Menlu Baca Puisi, Menag Ajak Shalat Gaib

Baca juga: Diputuskan Kontrak oleh Klub karena Dukung Palestina, Anwar El Ghazi: Saya Tak Pernah Menyesal

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved