Konflik Palestina VS Israel
Gencatan Senjata Palestina-Israel Hari Kelima, 30 Orang Warga Palestina Dibebaskan
"hari pertama perang terjadi sejumlah pemukulan, narapidana perempuan dipukuli," kata Salayme
Penulis: Luthfi Alfizra | Editor: Muliadi Gani
"Kami sangat bahagia namun kebahagiaan kami belum lengkap karena kami beduka atas mereka yang hilang, mereka yang terluka, dan mereka yang hilang, " kata Salayme.
PROHABA.CO, YERUSALEM - Sebanyak 30 orang tahanan Palestina dibebaskan dari penjara Israel pada Selasa (28/11/2023).
Pembebasan tahanan tesebut merupakan bagian dari gencatan senjata sementara yang di mulai dari Jumat (24/11/2023) lalu.
Kelompok Tahanan Palestina mengatakan setidaknya 15 perempuan dan 15 anak di bawah umur yang dibebaskan.
Ahmad Salayme (14), seorang anak yang juga menjadi salah satu tawanan militer Israel.
Melansir dari Aljazeera pada Rabu (29/11/2023), "hari pertama perang terjadi sejumlah pemukulan, narapidana perempuan dipukuli," kata Salayme dalam wawancara dengan Mohammed Jamjoom dari Aljazeera.
Salayme mengatakan bahwasanya Ia dilarang untuk mengadakan perayaan pada saat hari pembebasannya oleh militer Israel.
Ia juga dilarang untuk rumah, mengibarkan tanda atau spanduk, sampai dilarang untuk menggunakan megafon.
Jika Ia melanggar maka militer Israel akan membawa dirinya kembali ke penjara.
Baca juga: Joe Biden Berharap Gencatan Senjata Hamas-Israel Diperpanjang, 24 Sandera Dibebaskan di Hari Pertama
Baca juga: Ternyata dengan Tersenyum Bisa Menghilangkan Double Chin, Simak Penjelasan Dr. Ross Perry
"Kami sangat bahagia namun kebahagiaan kami belum lengkap karena kami beduka atas mereka yang hilang, mereka yang terluka, dan mereka yang hilang, " kata Salayme.
Para kerabat Salayme sebelumnya telah berkumpul di kediamannya di Ras al-Amoud, sebelah tenggara Yerusalem.
Terlihat juga teman-teman Salayme dan para jurnalis hadir di kediamannya.
Peringatan keras dari Israel kepada seluruh tahanan yang dibebaskan untuk tidak melakukan perayaan atas kebebasan mereka ataupun keluarga mereka.
Qatar menyebutkan, dari 10 warga Israel yang dibebaskan, terdapat sembilan perempuan dan satu anak di bawah umur.
Dikatakan salah satu dari mereka yang dibebaskan memiliki kewarganegaraan Austria, dua orang berkewarganegaraan Argentina, dan satu orang berkewarganegaraan Filipina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Gencatan-Senjata-543.jpg)