Minggu, 3 Mei 2026

Berita Internasional

Israel Minta WHO Kosongkan Gudang Gaza dalam Waktu 24 Jam

ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya menulis di X, bahwa mereka menerima sebuah pemberitahuan dari pasukan pertahanan Israel.

Tayang:
Penulis: TM Farizi | Editor: Muliadi Gani
AFP/SAID KHATIB
Asap mengepul di Rafah menyusul serangan udara Israel di kota selatan Jalur Gaza pada 1 Desember 2023, ketika pertempuran kembali terjadi tak lama setelah berakhirnya gencatan senjata tujuh hari antara Israel dan Hamas 

Israel Minta WHO Kosongkan Gudang Gaza Dalam Waktu 24 Jam.

PROHABA.CO - Tentara Israel membantah meminta WHO untuk mengosongkan gudang bantuan di Gaza selatan dalam waktu 24 jam sebelum operasi darat di daerah tersebut membuatnya tidak dapat digunakan, pada Selasa (5/12/2023).

“Sebenarnya kami tidak meminta Anda untuk mengevakuasi gudang dan kami juga telah menjelaskannya (dan secara tertulis) kepada perwakilan #PBB yang relevan,” kata badan kementerian pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas urusan sipil Palestina, COGAT pada X.

“Dari seorang pejabat #PBB, kami berharap, setidaknya, lebih akurat,” tambahnya, dikutip dari NDTV.

Sementara itu pada Senin, ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya menulis di X, bahwa mereka menerima sebuah pemberitahuan dari pasukan pertahanan Israel.

Baca juga: Israel Berencana Banjiri Terowongan Hamas dengan Air Laut, Sandera Terancam

"Hari ini, WHO menerima pemberitahuan dari Pasukan Pertahanan Israel bahwa kami harus memindahkan pasokan kami dari gudang medis kami di Gaza selatan dalam waktu 24 jam, karena operasi darat akan membuatnya tidak dapat digunakan lagi," tulisnya pada halaman X.

“Kami mengimbau Israel untuk mencabut perintah tersebut, dan mengambil segala tindakan yang mungkin untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit dan fasilitas kemanusiaan,” sambung cuitan tersebut.

Tentara Israel mengirim puluhan tank ke Gaza selatan sebagai bagian dari perluasan tindakan terhadap Hamas, ketika komunikasi terputus di wilayah yang terkepung.

Jumlah rumah sakit yang beroperasi di Gaza telah berkurang dari 36 menjadi 18 dalam waktu kurang dari 60 hari, menurut WHO, dengan tiga rumah sakit hanya menyediakan pertolongan pertama dasar dan yang lainnya menawarkan layanan parsial.

Baca juga: Internet di Gaza Kembali Terputus Ditengah Meningkatnya Serangan Israel ke Gaza

Menurut WHO, dua belas rumah sakit masih tetap beroperasi di bagian selatan jalur gaza.

Pada konferensi pers sebelumnya pada hari Senin, direktur regional WHO untuk Mediterania Timur, Ahmed al-Mandhari, mengatakan intensifikasi operasi darat militer di Gaza selatan berisiko membuat ribuan orang kehilangan layanan kesehatan.

“Kami melihat apa yang terjadi di utara Gaza. Ini tidak bisa dijadikan contoh bagi wilayah selatan,” katanya.

(Penulis adalah mahasiswa internship dari Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat)

 

Baca juga: WHO: Wabah Penyakit di Gaza Lebih Mematikan Dibandingkan Daripada Bom

Baca juga: Organisasi HAM: Israel Curi Organ Mayat Warga Gaza, Hati, Ginjal, dan Mata Hilang

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved