Rabu, 20 Mei 2026

Kesehatan

Ini Penyebab Mual Setelah Makan dan Cara Mengatasinya

Mual setelah makan ditandai dengan rasa tidak nyaman di perut dan seolah-olah ingin muntah.

Tayang:
Penulis: Rizka Amanda | Editor: Jamaluddin
benefitsandloss.com
Ilustrasi sakit perut. 

Kondisi ini biasanya muncul jika menyantap makanan dalam porsi yang terlalu banyak. Namun, jika masalah ini kerap terjadi meski sudah mengurangi porsi makan, mual bisa menjadi indikasi dari penyakit tertentu.

PROHABA.CO - Kerap kali kita merasakan mual bila selesai makan tapi bersifat sementara dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Bahkan, ada juga yang mualnya semakin memburuk.

Hal tersebut bisa jadi karena kondisi seperti alergi makanan atau gangguan pencernaan.

Kondisi tersebut dapat diobati dengan mengubah pola makan, mengonsumsi obat, atau dengan perawatan lain, tergantung kondisi dan penyebab yang mendasarinya.

Mual setelah makan ditandai dengan rasa tidak nyaman di perut dan seolah-olah ingin muntah.

Kondisi ini biasanya muncul jika menyantap makanan dalam porsi yang terlalu banyak.

Namun, jika masalah ini kerap terjadi meski sudah mengurangi porsi makan, mual bisa menjadi indikasi dari penyakit tertentu.

Di antaranya GERD, diabetes, cemas yang berlebihan, efek samping obat-obatan, flu perut, keracunan makanan, alergi makanan, dan kehamilan.

Mual setelah makan juga bisa menjadi pertanda bahaya.

Apalagi, jika mual dan muntah disertai dengan keluhan lain.

Misalnya, sakit kepala berat, nyeri dada, penurunan kesadaran, dan demam tinggi.

Dikutip dari Kompas.com, simak penjelasan berikut untuk mengetahui penyebab mual setelah makan dan cara meredakan kondisi tersebut.

1. Perubahan hormon selama kehamilan

Penyebab mual setelah makan yang pertama yaitu perubahan hormon saat hamil.

Mual setelah makan pada ibu hamil biasanya terjadi di pagi hari.

Meski begitu, mual juga bisa muncul kapan saja.

Ibu hamil mengalami mual-mual pada tiga bulan pertama.

Kondisi ini biasanya membaik setelah memasuki tiga bulan bulan kedua.

Namun, ada pula ibu hamil yang masih mual hingga persalinan.

2. Keracunan makanan

Seseorang bisa mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi kuman atau zat beracun.

Membiarkan makanan terlalu lama pada suhu ruangan atau kesalahan dalam mengolah makanan juga bisa menjadi penyebab keracunan sehingga seseorang merasa mual setelah makan.

Gejala keracunan makanan selain mual yaitu kram perut, muntah, dan diare.

Kondisi tersebut biasanya dimulai dalam waktu 30 menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

3. Alergi atau intoleransi makanan

Penyebab mual setelah makan selanjutnya adalah alergi atau intoleransi makanan tertentu seperti susu sapi, kacang-kacangan, telur, gandum, dan ikan.

Makanan-makanan tersebut biasanya sulit dicerna oleh tubuh, sehingga dapat menyebabkan kembung, mual, sakit perut, dan diare.

4. Flu perut

Flu perut atau gastroenteritis adalah infeksi usus yang menyebabkan diare, mual, muntah, dan sakit perut.

Dalam beberapa kasus, hal ini juga dapat menyebabkan demam.

Penyebab flu perut yang umum yaitu norovirus.

Virus ini dapat menular dengan cepat dari orang ke orang, lewat kontak langsung, konsumsi makanan yang terkontaminasi, atau bersentuhan dengan benda yang terkontaminasi.

5. Penyakit pencernaan

Penyakit pencernaan yang bisa menjadi penyebab mual setelah makan, termasuk sindrom iritasi usus besar (IBS), gastroparesis , dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

Penyakit kandung empedu dan radang pankreas (pankreatitis) juga bisa menjadi pemicu mual setelah makan.

6. Diabetes

Mual setelah makan juga bisa menjadi tanda diabetes.

Untuk diketahui, diabetes adalah penyakit kronis akibat tingginya gula darah sehingga memicu resistensi insulin.

Mual bisa terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi maupun sangat rendah.

7. Gangguan cemas

Gangguan cemas bisa menyebabkan mual setelah makan dan masalah pencernaan lain seperti sakit perut dan kembung.

8. Efek samping obat-obatan

Obat-obatan seperti antibiotik, antidepresan, kemoterapi untuk pasien kanker, dan pereda nyeri juga bisa memicu mual setelah makan.

Konsultasikan ke dokter jika efek samping obat tersebut menganggu Anda.

Bagaimana cara meredakan mual setelah makan?

Berikut beberapa cara untuk mengurangi rasa mual setelah makan:

* Menjaga asupan cairan dengan minum air putih, infused water, atau jus buah tanpa tambahan pemanis

* Mengisap es batu Istirahat cukup

* Menghirup udara segar

* Hindari bau menyengat

* Menyeruput air rebusan jahe atau mengunyah jahe

* Pijat sampai rileks

* Makan buah segar

* Konsumsi makanan asin.

Jika cara di atas tidak berhasil meredakan mual setelah makan, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat diagnosis serta perawatan yang tepat. (Penulis adalah mahasiswi internship dari Universitas Malikussaleh Aceh Utara)

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved