Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

WHO: 1 Anak Terbunuh Setiap 10 Menit akibat Serangan Israel di Gaza

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Richard Peeperkorn pada hari Selasa mengatakan rata-rata 1 anak terbunuh setiap 10 menit di Gaza.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
AFP/SAID KHATIB
Asap mengepul di Rafah menyusul serangan udara Israel di kota selatan Jalur Gaza pada 1 Desember 2023, ketika pertempuran kembali terjadi tak lama setelah berakhirnya gencatan senjata tujuh hari antara Israel dan Hamas 

PROHABA.CO - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan situasi di Gaza saat ini adalah yang paling gelap bagi umat manusia.

Rata-rata satu anak terbunuh setiap 10 menit di Gaza akibat serangan Israel ke wilayah kantong tersebut.

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Richard Peeperkorn pada hari Selasa mengatakan rata-rata 1 anak terbunuh setiap 10 menit di Gaza.

"Rata-rata satu anak terbunuh setiap 10 menit di Gaza.

Saya pikir kita sudah dekat dengan saat paling gelap dalam kemanusiaan," kata Richard Peeperkorn pada konferensi pers PBB di Jenewa, dikutip dari Anadolu.

Ia mengatakan lebih dari 60 persen dari jumlah korban yang tewas di Gaza adalah perempuan dan anak-anak.

“Kita berbicara tentang hampir 16.000 orang tewas, lebih dari 60 persen diantaranya adalah perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 42.000 orang terluka,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia mendesak adanya gencatan senjata lagi di Gaza.

“Kita membutuhkan gencatan senjata yang berkelanjutan,” desaknya.

Baca juga: WHO: Wabah Penyakit di Gaza Lebih Mematikan Dibandingkan Daripada Bom

UNICEF juga Peringatkan Kondisi di Gaza Semakin Buruk bagi Anak-anak

Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) merasa khawatir dengan kondisi di Gaza Selatan yang mengalami peningkatan kekerasan sejak gencatan senjata berakhir pada Jumat lalu.

"Entah bagaimana, hal ini menjadi lebih buruk bagi anak-anak dan ibu,” jelasnya.

Ia mengatakan saat ini dibutuhkan upaya dari semua orang untuk menghentikan serangan Israel di Gaza.

“Suara Anda penting. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi bagian dari menghentikan perang terhadap anak-anak.

Diam adalah keterlibatan,” jelasnya, dikutip dari Anadolu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved