Selasa, 14 April 2026

Berita Internasional

Google Didenda 50 Juta Dolar Atas Penyebaran Inofrmasi Palsu Perihal Perang Rusia-Ukraina

Namun, hingga kini google belum menanggapi terkait permintaan komentar sampai saat ini.

Penulis: TM Farizi | Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.com/Oik Yusuf
Google Indonesia membuka lowongan kerja untuk lulusan S1 dengan pengalaman di bidang terkait. 

Google Didenda $50 Juta Atas Penyebaran Inofrmasi Palsu Perihal Perang Rusia-Ukraina

PROHABA.CO - Pengadilan Rusia mendenda Google Alphabet pada hari Rabu sebesar 4,6 miliar rubel atau $50,84 juta, karena gagal menghapus apa yang disebut informasi palsu tentang konflik di Ukraina dan sejumlah topik lainnya.

Rusia telah berselisih dengan perusahaan teknologi asing terkait konten, sponsor, data, dan representasi lokal dalam perselisihan yang semakin meningkat setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Melansir pada NDTV pada Kamis (21/12/2023), kantor berita RIA mengatakan, Google didenda juga karena diduga gagal menghapis konten ekstremis dan menyebarkan apa yang disebut Rusia sebagai propaganda LGBT.

Namun, hingga kini google belum menanggapi terkait permintaan komentar sampai saat ini.

Baca juga: Rusia Mulai Rekrut Perempuan untuk Perang di Ukraina, Ditempatkan Unit Tempur Sukarelawan

Baca juga: Rusia Sindir Senjata Bantuan Barat ke Ukraina Berakhir di Pasar Gelap, Digunakan Hamas Serang Israel

Rusia menyebutkan konflik di Ukraina sebagai operasi militer khusus, Mahkamah Agung Rusia memutuskan pada bulan November bahwa aktivis LGBT harus ditetapkan sebagai ekstremisme dalam sebuah tindakan yang dikhawatirkan oleh perwakilan kaum gay dan transgender akan berujung pada penangkapan dan penuntutan.

YouTube milik Alphabet menjadi sasaran kemarahan negara Rusia, namun tidak seperti Twitter, Facebook dan Instagram milik Meta, akses YouTube tidak diblokir.

Denda tersebut dihitung sebagai bagian dari omset tahunan Google di Rusia.

Perusahaan dikenakan denda berbasis omset serupa dengan nominal sebesar 7,2 miliar rubel pada akhir tahun 2021 serta 21.1 miliar ruber pada Agustus 2022.

Rusia telah berselisih dengan perusahaan teknologi asing terkait konten, sensor, data, dan representasi lokal dalam perselisihan yang semakin meningkat setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

(Penulis adalah mahasiswa internship dari Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat)

 

Baca juga: Konflik Israel-Palestina, Rusia Serukan Israel dan Palestina Lakukan Gencatan Senjata

Baca juga: NYAN KAMULAI, Rusia Dukung Palestina Perang Lawan Israel

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved