Universitaria
UBBG Mengadakan International Community Services Bersama Kampus Terkemuka Dunia
Puluhan mahasiswa dari program sarjana dan pascasarjana di Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh turut serta dalam sebuah inisiatif
Di SMAN 8 Kota Banda Aceh, pakar STEM dalam Pendidikan dari University Kebangsaan Malaysia, Assoc Prof Dr Roslinda Rosli memberikan pelatihan kepada para guru.
Baca juga: Jumlah Guru Besar di USK Bertambah Lagi, Ini 6 Profesor Baru dan Hasil Penelitiannya Masing-Masing
Mereka membawa pengetahuan mendalam tentang ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), membantu guruguru memahami cara mengintegrasikan pendekatan STEM ke dalam pembelajaran sehari-hari.
SMAN 1 Lhok Nga Aceh Besar menjadi tuan rumah bagi para pakar pendidikan matematika dari Universitas Bina Bangsa Getsempena (Assoc Prof Rita Novita MPd dan Mulia Putra Ph.D in Ed) dan Naruto University of Education (Satoshi Kusaka, PhD).
Kegiatan diawali dengan persembahan seni kreasi dan pameran hasil kerajinan dan kreasi siswa.
Mereka memberikan pelatihan kepada guru-guru di sekolah ini, fokus pada pengembangan strategi pengajaran yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap matematika dan pembelajaran matematika yang inovatif.
Ketua Kegiatan, Regina Rahmi MPd mengungkapkan kegembiraannya terkait kerja sama ini.
Ia berharap, kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru bagi guru dan siswa di Aceh.
Kolaborasi lintas negara, lanjutnya, membawa kekuatan untuk menciptakan perubahan positif dalam dunia pendidikan.
“Kita sangat mengharapkan mahasiswa UBBG sendiri nantinya setelah lulus mampu berkiprah di masyarakat sesuai keahliannya," ujar Regina Rahmi.
Rektor Universitas Bina Bangsa Getsempena, Assoc Prof Dr Hj Lili Kasmini MSi, juga menyampaikan dukungannya.
Baca juga: Banjir Aceh Tamiang Meluas, Tiga Kecamatan Terendam
Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi landasan bagi inovasi dan pengembangan pendidikan di Aceh.
"Melalui kerja sama dengan universitas-universitas terkemuka dari lintas benua ini, kami berharap dapat membuka peluang lebih banyak untuk mahasiswa dan dosen di Aceh dalam mengakses sumber daya dan pengetahuan internasional," ujarnya.
Tidak hanya melibatkan para pakar internasional, kegiatan ini juga melibatkan puluhan mahasiswa S-1 dan S-2 dari berbagai program studi di UBBG.
Mereka tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung keberhasilan kegiatan ini, menunjukkan semangat belajar dan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
Harapannya setelah lulus dapat mampu berkiprah dan memberikan kontribusi positif bagi bagi masyarakat sesuai dengan keahliannya masingmasing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/PARA-peserta-Pengabdian-Masyarakat-Internasional-di-kampus-UBBG.jpg)