Selasa, 14 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

IDF Bom Rumah Sakit Al-Amal, Serangan Penutup Tentara Israel di Khan Yunis

Pasukan Israel dilaporkan menembaki lantai tiga Rumah Sakit Al-Amal di kota Khan Yunis di Jalur Gaza selatan

Editor: Muliadi Gani
AFP/str
Orang-orang mencari korban di reruntuhan rumah keluarga Baraka di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah setelah terkena serangan udara Israel pada 18 Februari 2024, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok pejuang rakyat Palestina Hamas, dari sejumlah sumber Israel menargetkan Kota Rafah untuk menjadi sasaran berikutnya. 

PROHABA.CO - Pasukan Israel menyerbu sebuah rumah sakit di Kota Khan Yunis di Gaza selatan yang telah dikepung selama berminggu-minggu, kata Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina atau PCRS yang mengelola fasilitas tersebut.

“Pasukan pendudukan (Israel) menyerbu Rumah Sakit Al-Amal dan mulai menggeledahnya.

Kami kesulitan berkomunikasi dengan kru kami di dalam rumah sakit,” kata PRCS dalam pernyataannya.

Pasukan Israel dilaporkan menembaki lantai tiga Rumah Sakit Al-Amal di kota Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, Selasa (20/2/2024).

Pihak Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, dilansir Anadolu Agency mengatakan dua kamar perawatan di rumah sakit ru terbakar dalam serangan Israel.

Serangan Israel ini juga menghancurkan jaringan pipa air di fasilitas kesehatan tersebut.

Belum ada pernyataan dari tentara Israel mengenai laporan tersebut.

Baca juga: Serangan Rudal Hizbullah Hantam Safad Israel Utara,Tewaskan Seorang Tentara IDF,Delapan Lain Terluka

Baca juga: Israel Tarik Pasukan Gaza Buat Lawan Hizbullah, IDF Tak Sanggup Hadapi 2 Perang Sekaligus

Serangan Penutup

Serangan ini terjadi setelah Israel menyatakan segera menyelesaikan gelombang serangan mereka di Khan Yunis. 

Radio Tentara Israel, mengutip para pejabat militer, mengatakan pada Selasa pagi bahwa operasi darat Israel di Khan Yunis akan segera berakhir.

Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober.

Bombardemen Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan hampir 29.195 orang dan melukai sekitar 69.170 orang, disertai kehancuran massal dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok.

Perang Israel di Gaza telah menyebabkan 85 persen penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional.

Keputusan sementara ICJ pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved