Sabtu, 11 April 2026

Berita Banda Aceh

Kanwil Kemenag Aceh Pastikan 1 Ramadhan Selasa 12 Maret

"Dengan penetapan ini, kami berharap seluruh umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan," tutur Menag.

Penulis: Redaksi | Editor: Fadil Mufty
Dok Humas
Ketua Tim Bagian Umum dan Humas Kanwil Kemenag Aceh, Ahsan Khairuna memantau hilal 1 Ramadhan di Observatorium Hilal Tgk Chiek Kuta Karang Lhoknga Aceh Besar, Minggu (10/3/2024) 

PROHABA.CO -- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh memastikan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa 12 Maret 2024. Penetapan ini berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar di Jakarta pada hari Minggu, 10 Maret 2024.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi dan jajaran ikut melakukan pemantauan awal Bulan Suci Ramadhan di Observatorium Hilal Tgk Chiek Kuta Karang Lhoknga Aceh Besar, Minggu (10/3/2024).

Dalam pemantauan tersebut didapati, posisi hilal sangat rendah yaitu masih di bawah 1 derajat. Karena itu kata Azhari, maka hilal mustahil untuk dilihat. 

"Dan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari dan 1 Ramadan akan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024," katanya.

Azhari  juga mengajak dan mengimbau umat Islam agar terus meningkatkan ukhuwah dalam menyikapi potensi perbedaan awal puasa. 

Kakanwil didampingi para Kabid, para Kakankemenag, jajaran, dan undangan menyampaikan bahwa hilal penetapan 1 Ramadhan 1445 Hijriah tidak terlihat di provinsi paling barat Indonesia ini karena sempat tertutup awan.

Kakanwil menjelaskan, bahwa hilal tidak terlihat di Aceh hingga waktu rukyat selesai pada pukul 18.56 WIB.

"Hilal sore hari di tanggal 29 Sya’ban 1445 H sudah di atas ufuk dengan data di markas Lhoknga pada posisi 0,83 derajat di atas ufuk dan elongasi 1,93 derajat," kata dia.

Dengan posisi hilal yang sangat rendah yaitu masih di bawah 1 derajat, maka hilal mustahil untuk dilihat Sya’ban akan digenapkan 30 hari dan 1 Ramadan akan jatuh pada Selasa 12 Maret 2024.

Kakanwil menyebutkan bahwa hari pertama Ramadan jatuh pada Selasa, 12 Maret setelah sidang istbat oleh Menteri Agama berdasarkan laporan hasil rukyat seluruh Indonesia pada tanggal 10 Maret 2024 pukul 19.00 WIB melalui siaran televisi nasional.

“Sidang Isbat secara mufakat menetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1445 H. 

Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. "Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di berada di atas ufuk dengan ketinggian antara - 0° 20‘ 01“ (-0,33°) sampai dengan 0° 50‘ 01“ (0,83°)," kata Menag.

"Dengan sudut elongasi antara 1 derajat 15 menit 53 detik sampai dengan 2 derajat 35 menit 15 detik," sambung Menag dalam siaran pers. 

Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Ramadan 1445 H, belum memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Diketahui, pada 2021 Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Dengan posisi demikian, lanjut Menag, maka secara astronomis, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag di seluruh Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved