Jumat, 10 April 2026

Video

BEUT SAKET, Mbah Benu Pimpinan Jamaah Aolia Gunung Kidul Minta Maaf

Mbah Benu sendiri mengatakan ditetapkannya Lebaran jatuh pada hari Jumat 5 April itu berdasarkan keyakinan dari perjalanan spiritualnya.

Penulis: Redaksi | Editor: Fadil Mufty

PROHABA.CO -- Pimpinan Jemaah Aolia Kiai, Haji Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranowo atau Mbah Benu membuat geger publik setelah ucapannya 'menelfon Allah' dalam menentukan hari raya Idulfitri 2024.

Usai pernyataan viral itu, Mbah Benu langsung meminta maaf.

Perlu diketahui Jemaah Aolia di Gunung Kidul Yogyakarta telah melaksanakan Salat Idulfitri pada Jumat (5/4/2024).

Jemaah ini sudah melaksanakan Lebaran lebih awal dibanding yang ditetapkan pemerintah.

Mbah Benu sendiri mengatakan ditetapkannya Lebaran jatuh pada hari Jumat 5 April itu berdasarkan keyakinan dari perjalanan spiritualnya.

"Penetapan ini berdasarkan keyakinan. Dan, jemaah Aolia bukan hanya ada di sini tapi tersebar di seluruh Indonesia," kata dia.

Mbah Benu kemudian membeberkan cara ia menentukan jatuhnya 1 Syawal 1445 Hijriah.

Ia mengaku menelepon Allah untuk menanyakan Idulfitri jatuh tanggal berapa.

Pernyataan Mbah Benu lantas membuat polemik hingga dikecam oleh PBNU.

Belakangan Mbah Benu mengklarifikasi ucapannya itu.

Menurutnya, sebenarnya apa yang disampaikannya itu adalah sebuah istilah.

Bukan dalam arti sebenarnya bahwa dia menelepon Allah.

"Terkait pernyataan saya tadi pagi tentang istilah menelepon Gusti Allah SWT itu sebenarnya hanya istilah. Dan yang sebenarnya adalah perjalanan spiritual saya kontak batin dengan Allah SWT." ujarnya.

Oleh karenanya, ia meminta maaf apabila pernyataannya telah menyinggung pihak lain.

"Apabila pernyataan saya yang menyinggung atau tidak berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, terima kasih," kata Mbah Benu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved