Sabtu, 9 Mei 2026

Tahukah Anda

Apa Sebab Samudra Antartika Punya Udara Terbersih di Bumi? Berikut Penjelasannya

Samudera Selatan , wilayah perairan yang mengelilingi Antartika, terkenal memiliki udara terbersih di Bumi.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
SAMUDRA Selatan di perairan bagian selatan Antartika. Samudra Selatan (Southern Ocean) resmi menjadi samudra kelima di Planet Bumi. 

PROHABA.CO - Samudera Selatan , wilayah perairan yang mengelilingi Antartika, terkenal memiliki udara terbersih di Bumi.

Alasan di balik kejernihan udara ini telah lama menjadi misteri, namun penelitian terbaru telah menemukan jawabannya.

Benar bahwa minimnya aktivitas manusia di wilayah tersebut berperan dalam menjaga kebersihan udara.

Kurangnya penggunaan bahan kimia industri dan pembakaran bahan bakar fosil di Samudra Selatan berkontribusi pada rendahnya tingkat polusi.

Semakin sedikit manusia di Antartika yang menggunakan bahan kimia industri dan membakar bahan bakar fosil tentu berpengaruh terhadap kualitas udaranya.

Namun, ada juga sumber partikel halus alami, seperti garam dari semprotan laut atau debu yang terbawa angin.

Terlepas dari asal-usulnya, partikel padat halus atau tetesancairan yang tersuspensi di udara dikenal sebagai “aerosol”.

Para ahli berpendapat bahwa udara bersih memiliki tingkat aerosol yang rendah, tanpa membeda-bedakan sumber alami atau industri.

Penelitian terbaru pun menemukan bahwa awan dan hujan memainkan peran penting dalam membersihkan atmosfer dari aerosol.

Baca juga: Dampak Pencemaran Udara, Penyebabnya Ada di Sekitar Kita

Peran awan dan hujan

Tingkat aerosol di Samudra Antartika dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jumlah semprotan garam dan variasi musiman dalam pertumbuhan organisme kecil mirip tumbuhan, yang disebut fitoplankton, yang merupakan sumber partikel sulfat di udara.

Saat musim dingin, lebih sedikit sulfat yang dihasilkan, sehingga musim dingin adalah saat udara di Samudra Antartika paling murni.

Selain itu, Samudra Antartika juga merupakan tempat paling berawan di Bumi.

Wilayah ini mengalami hujan sporadis yang pendek dan tidak seperti di tempat lain.

Dengan demikian, para peneliti ingin memahami peran awan dan hujan dalam membersihkan udara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved