Minggu, 3 Mei 2026

KASIAN, Bocah SD di Bengkulu Dianiaya Penjaga Sekolah

kejadian pemukulan itu memang ada. Korban bernama F (9), anaknya salah satu warga kami yakni, Ahyan yang masih duduk di kelas 4 SD," jelasnya.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Fadil Mufty
SHUTTERSTOCK
kekerasan 

"Itu bukan perilaku yang pantas dan ada di lingkungan sekolah," kata Herliza, Minggu (2/6/2024), dikutip dari TribunBengkulu.com.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Florentus Situngkir, mengaku polisi kesulitan melakukan pengusutan laporan tersebut.

Hal ini lantaran orang tua korban baru melapor setelah seminggu kejadian.

Sehingga saat pihaknya melakukan visum terhadap korban, bekas kekerasan ataupun pukulan yang dilakukan oleh D sudah hilang.

"Kalau keterangan orang tuanya, pukulan itu mengenai bagian kepala dan pinggang kiri korban. Tapi itu saat divisum tidak nampak lagi," terangnya.

Sejauh ini, polisi masih menunggu keterangan dokter.

Pasalnya, berdasarkan informasi terakhir, korban mengalami masalah di paru-paru.

Namun, belum dapat dipastikan apakah penyakit paru-paru korban itu dampak dari penganiayaan atau memang karena sakit yang diderita.

"Informasi korban masih dirawat di Palembang, sehingga kita belum bisa mencari keterangan lebih lanjut," terangnya.

Di sisi lain, D membantah telah melakukan penganiayaan terhadap F.

Bantahan itu disampaikan D saat memberikan keterangan ke penyidik Polres Bengkulu Selatan.

D mengaku hanya mendorong korban hingga terjatuh.

Namun, pengakuan D itu berbeda dari keterangan teman-teman korban.

Menurut teman-teman korban, D memukul dan menendang korban di bagian punggung dan kepala belakang.

Dalam kasus ini, polisi juga telah meminta keterangan dari pihak sekolah.

Hanya saja, pengakuan pihak sekolah tidak ada guru yang melihat peristiwa itu.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved