Tahukah Anda
Lama Hari di Bumi Apakah Selalu 24 Jam, Ini Penjelasannya
Rotasi Bumi ini memungkinkan manusia mengembangkan sistem untuk mengetahui waktu dan memberi sinyal kepada manusia, hewan, dan tumbuhan kapan waktunya
Seberapa kuat tumbukan potongan-potongan ini lalu membantu menentukan momentum sudut suatu benda atau seberapa cepat itu berputar.
Selain itu, jika Bumi terbentuk lebih dekat dengan matahari, rotasi planet akan terlihat sangat berbeda.
Dalam kasus ini, Bumi kemungkinan terkunci secara pasang surut terhadap matahari.
Yang akan terjadi adalah interaksi pasang surut yang lebih kuat dari matahari sehingga periode rotasinya sama dengan periode orbitnya, artinya satu hari bisa berlangsung selama satu tahun.
Baca juga: Bumi Tak Lagi Hanya Memanas, tapi Mendidih, Ini Alasannya
Perubahan lama hari Meskipun lamanya satu hari di bumi tampak konsisten bagi kita, Batygin dan Millholland mengatakan bahwa durasi tersebut sebenarnya masih berubah.
Secara khusus, kecepatan ini memanjang, meskipun sangat lambat, yakni sekitar 1,7 milidetik setiap abad.
“Perubahan relatif dalam kecepatan orbit tidak akan terlihat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Batygin.
Sehingga, proses itu akan sangat lambat, dibutuhkan waktu 200 juta tahun agar satu hari di Bumi bisa mencapai 25 jam.
Penyebab utama rotasi Bumi adalah hubungan planet kita dengan Bulan.
Gaya pasang surut dari Bulan menciptakan efek gesekan saat Bulan perlahan menjauhkan diri dari Bumi seiring berjalannya waktu.
Namun, ada faktor lain yang berperan. Peristiwa planet dan astronomi lainnya dapat memengaruhi lamanya hari di Bumi.
Misalnya, gempa bumi berkekuatan 8,9 skala Richter yang melanda Jepang pada 11 Maret 2011 mempercepat putaran Bumi, yang memperpendek durasi 24 jam sehari sebanyak 1,8 mikrodetik.
Sedangkan peristiwa astronomi contohnya adalah tabrakan tak terduga dengan asteroid yang juga dapat mengubah lamanya hari.
Bencana yang disebabkan oleh manusia merupakan faktor lain yang memungkinkan lama hari di Bumi berubah.
“Perubahan iklim juga dapat berperan karena redistribusi massa Bumi akibat pencairan gletser, perubahan permukaan laut, dan aktivitas tektonik,” kata Millholland.
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ILustrasi-bumi987.jpg)