Selasa, 5 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Pj Gubernur Bustami Menaruh Harapan agar Tradisi Mengaji Bisa Dihidupkan kembali di Aceh

Tradisi mengaji di Aceh menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakatnya.

Tayang:
Editor: Misran Asri
FOR PROHABA.CO
Penjabat Gubernur Aceh, Bustami Hamzah MSi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST DEA dan pejabat lainnya mendengarkan langsung kemampuan siswa SMAN 11 Kota Banda Aceh membaca Al-Qur'an seusai peluncuran Program Gerakan Tuntas Baca Qur'an (GETBA) dan Program 15 Menit Bersama Al-Qur'an di SMA tersebut, Selasa (23/7/2024). 

Tradisi mengaji di Aceh menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakatnya...

PROHABA.CO. BANDA ACEH - Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah MSi, menaruh harapan besar agar tradisi mengaji bisa digalakkan kembali di Aceh.

Pj Gubernur Aceh ini menyebutkan tradisi mengaji di Aceh menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakatnya. Namun belakangan tradisi mengaji itu mulai luntur dan menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Penyataan itu diungkapkan Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah saat memberi sambutannya pada acara peluncuran Program Gerakan Tuntas Baca Qur'an (GETBA) dan Program Lima Belas Menit Bersama Al-Qur'an, Selasa (23/7/2024).

Kegiatan dimaksud berlangsung di SMAN 11 Kota Banda Aceh.

"Mushala, meunasah, dan masjid di Aceh selalu ramai dengan kegiatan mengaji, khususnya bakda magrib. Demikian juga halnya dengan rumah-rumah kaum muslim. Bagi masyarakat Aceh, mengaji merupakan bentuk pendidikan keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun," jelas Bustami.

Namun, seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi informasi, Bustami mengakui bahwa semangat mengaji di kalangan generasi muda mulai memudar.

Modernisasi dan arus informasi, menurutnya, telah membawa perubahan budaya dan tradisi sehingga menggerus nilai-nilai lokal yang sarat dengan ibadah dan kegiatan Islam.

"Oleh karena itu, perlu adanya upaya bersama untuk menjaga tradisi mulia ini," imbuhnya.

Bustami menyambut baik program GETBA yang digagas oleh Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Aceh melalui Program Lima Belas Menit Bersama Al-Qur'an.

Ia menghimbau kepada seluruh kepala sekolah di Aceh untuk menerapkan program ini, yakni 15 menit sebelum dimulainya pelajaran pada pagi hari.

"Membaca Al-Qur'an di awal pelajaran diharapkan dapat melancarkan bacaan Al-Qur'an para siswa, sekaligus membawa kemudahan dan keberkahan dalam menyerap pelajaran," ucapnya.

Bustami juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk memperkuat tradisi mengaji setelah magrib di meunasah, masjid, dan di rumah-rumah.

Ia berharap dengan program GETBA ini, generasi muda dan masyarakat Aceh secara umum akan semakin dekat dengan Al-Qur'an, dan membawa keberkahan dan rahmat bagi Aceh.

Baca juga: BEREH, Pj Gubernur Aceh Tinjau Langsung Pengerjaan Tol Sibanceh

Bustami juga mengunjungi beberapa kelas di SMAN 11 Banda Aceh untuk berdialog dan menguji kemampuan siswa membaca Al- Qur'an.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved