Selasa, 12 Mei 2026

Tahukah Anda

Dari Mana Kreativitas di Otak Manusia Berasal, Berikut Penjelasannya

Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa kreativitas melibatkan aktivitas gabungan dari banyak bagian otak. Otak bukan sekadar gumpalan sel.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
PEXELS/MEO
ilustrasi otak manusia, berpikir 

PROHABA.CO - Para peneliti mengatakan bahwa proses kreatif dalam otak ini berasal dari produktivitas yang mudah dan menyenangkan.

Kreativitas biasanya diasosiasikan dengan karya seniman atau pemikir hebat, seperti Beethoven hingga Einstein. 

Kreativitas juga merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari; sesederhana saat kita menemukan cara baru untuk mengupas buah nanas. 

Asal-usul kreativitas

Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa kreativitas melibatkan aktivitas gabungan dari banyak bagian otak.

Otak bukan sekadar gumpalan sel.

Otsk terorganisasi menjadi banyak wilayah yang saling terhubung.

Penelitian selama puluhan tahun telah menunjukkan berbagai fungsi dan peran bagian-bagian otak: ada area untuk pemrosesan visual, untuk kontrol motorik, untuk memori spasial, dan sebagainya. 

Namun, tampaknya tidak ada wilayah otak untuk kreativitas.

Aktivitas otak juga telah dijelaskan dalam bentuk jaringan.

Baca juga: Otak Manusia Ternyata Menyimpan Data 10 Kali Lebih Banyak dari Perkiraan

Salah satu jaringan ini, jaringan mode default (DMN), mungkin terlibat dalam pemikiran kreatif.

 Jaringan mode default pertama kali dijelaskan 20 tahun yang lalu, ketika para ahli menemukan bahwa sekelompok daerah di korteks otak aktif bersama-sama selama periode terjaga dengan tenang.

Disebut "default" karena tampaknya jaringan tersebut adalah keadaan yang kembali ke otak saat tidak terlibat secara aktif dalam suatu tugas.

Sejak itu, DMN telah terbukti aktif dalam aktivitas melamun, refleksi diri, meditasi, dan berpikir kreatif.

Ilustrasi bagaimana otak menyimpan memori dan informasi?(iStockphoto/iLexx)
Ilustrasi bagaimana otak menyimpan memori dan informasi?(iStockphoto/iLexx) (iStockphoto)

Dalam penelitian terbaru, Eleonora Bartoli, asisten profesor bedah saraf di Baylor College of Medicine, dan rekan-rekannya merekam otak 13 peserta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved