Jumat, 10 April 2026

Tank Israel Serang Markas Pasukan PBB UNIFIL di Lebanon

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa tank-tank Israel menyerbu markas Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan

Editor: Muliadi Gani
Dok. Puspen TNI
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau pasukan perdamaian PBB dalam keadaan siaga dan waspada. Ratusan personel Satgas Force Headquarters Support Unit XXVI-01 Konga UNIFIL menggelar latihan rencana kontijensi sejak Minggu (29/10/2023).(Dok. Puspen TNI) 

PROHABA.CO, BEIRUT –  Militer Israel menyerang Markas Besar Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Naqoura, Lebanon

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa tank-tank Israel menyerbu markas Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan pada Minggu (13/10/2024). 

Meski demikian, Israel membantah pernyataan PBB tersebut.

Bahkan, PM Israel Benjamin Netanyahu meminta UNIFIL untuk mundur dari Lebanon karenadianggapnya hanya mengganggu saja. 

Menurut Netanyahu, pasukan dari PBB tersebut dianggap sebagai perisai bagi kelompok Hizbullah Lebanon.

Menurut UNIFIL, dua tank Merkava Israel menghancurkan gerbang utama sebuah pangkalan dan masuk secara paksa sebelum fajar pada Minggu lalu.

Setelah tank-tank itu pergi, peluru meledak 100 meter jauhnya hingga mengeluarkan asap yang berhembus melintasi pangkalan.

Sementara itu, militer Israel mengatakan anggota Hizbullah telah menembakkan rudal anti-tank ke pasukan Israel dan melukai 25 tentara.

Serangan itu sangat dekat dengan pos UNIFIL dan sebuah tank yang membantu mengevakuasi korban yang ditembaki kemudian mundur ke pos UNIFIL, dikutip dari Reuters pada Senin (14/10/2024).

Baca juga: Setelah Tidak Menjabat Presiden RI, Relawan Berharap Jokowi Jadi Sekjen PBB

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan mereka menggunakan tabir asap untuk memberikan perlindungan saat proses evakuasi tentara yang terluka, tetapi tindakan mereka tidak membahayakan pasukan penjaga perdamaian PBB

Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres: “Sudah waktunya bagi Anda untuk menarik UNIFIL dari benteng pertahanan Hizbullah dan dari zona pertempuran,”

“IDF telah meminta berulang kali dan telah berulang kali pula ditolak, yang berdampak pada penyediaan perisai manusia bagi Hizbullah,” jelas Netanyahu.

Akan tetapi, Hizbullah membantah telah menggunakan kedekatan pasukan penjaga perdamaian PBB sebagai tempat perlindungan.

“Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL tetap berada di semua posisi,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu.

Baca juga: 7 Wanita WNA Ditangkap Terlibat Prostitusi di Bali, Tarif Rp 6,5 Juta Per Jam

Ia mengulangi peringatan dari Sekretaris Jenderal PBB bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved