Rabu, 29 April 2026

Cuaca Ekstrem

Waspada Fenomena La Nina, BMKG Prediksi Curah Hujan Lebih dari 300 MM/Bulan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika meyampaikan bahwa La Nina lemah diprediksi bakal berlangsung di Indonesia hingga awal tahun 2025.

Tayang:
Penulis: Nurul Husna | Editor: Jamaluddin
PIXABAY.COM
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika meyampaikan bahwa La Nina lemah diprediksi bakal berlangsung di Indonesia hingga awal tahun 2025. 

BMKG memprediksi puncak hujan akan banyak terjadi pada November hingga Desember 2024  di wilayah Indonesia bagian Barat dan  Januari hingga Februari 2025 untuk wilayah Indonesia Timur.

PROHABA.CO -  Akhir-akhir ini, hujan mulai mengguyur berbagai daerah di Indonesia.

Hal itu terjadi setelah mengalami perubahan cuaca dari panas ekstrem ke musim penghujan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meyampaikan bahwa La Nina lemah diprediksi bakal berlangsung di Indonesia hingga awal tahun 2025 mendatang.

La Nina adalah salah satu fenomena alam yang terjadi secara periodik di Samudra Pasifik.

Fenomena ini menyebabkan suhu muka laut di wilayah tersebut menurun hingga berdampak pada curah hujan yang lebih tinggi dari rata-rata.

BMKG memprediksi puncak hujan akan banyak terjadi pada November hingga Desember 2024  di wilayah Indonesia bagian Barat dan  Januari hingga Februari 2025 untuk wilayah Indonesia Timur.

Dikutip Prohaba.co dari laman BMKG pada Sabtu (9/11/2024), curah hujan lebih dari 300 mm/Bulan untuk November-Desember 2024 diperkirakan terjadi di wilayah sebagai berikut:

Sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Sumatera Barat, sebagian Bengkulu, sebagian Sumatera Selatan, sebagian Lampung, sebagian besar Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian besar Pulau Kalimantan, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Barat, sebagian Papua Barat dan Papua Selatan.

Potensi  curah hujan mencapai 20 persen.

Hal ini perlu diantisipasi potensi terjadinya bencana Hidrometeorologi ekstrem basah dan dampak turunannya seperti banjir dan tanah longsor di daerah-daerah yang banyak dataran tinggi.

Bencana hidrometeorologi adalah suatu fenomena bencana alam yang terjadi di atmosfer (meteorology), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi), yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa, cedera atau dampak kesehatan lainnya.

Berikut jenis bencana hidrometeorologi:

Kekeringan

Ketersedian air yang jauh di bawah untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi. dan lingkungan, juga dapat menyebabkan penurunan kelembaban tanah yang menyebabkan kerusakan tanaman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved