Kamis, 16 April 2026

Pilkada 2024

Begini Kata Sejumlah Media Asing soal Pilkada Serentak 2024 di Indonesia

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Indonesia berlangsung pada Rabu (27/11/2024).

Editor: Jamaluddin
DOK TIM MEDIA PRABOWO
Presiden Prabowo Subianto menggunakan hak pilihnya di Pilkada 2024 pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) 008, Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2024). 

Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, gelaran Pilkada 2024 turut menjadi sorotan dari berbagai media asing. 

PROHABA.CO - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Indonesia berlangsung pada Rabu (27/11/2024).

Jutaan warga dari 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota se-Nusantara memilih gubernur/wakil gubernur dan bupati/wakil bupati atau wali kota/wakil wali kota untuk daerahnya masing-masing.

Saat ini, pencoblosan pada Pilkada 2024 pun sudah selesai dan pihak penyelenggara (KPUD/sejenisnya) sedang melakukan penghitungan suara secara berjenjang mulai tingkat tempat pemungutan suara (TPS) Komisi Pemungutan Suara (KPU) di tingkat nasional.

Sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan KPU Pusat, perhitungan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara Pilkada 2024 akan berlangsung pada 27 November 2024 hingga 16 Desember 2024.

Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, gelaran Pilkada 2024 turut menjadi sorotan dari berbagai media asing. 

Lantas, apa kata mereka soal Pilkada Serentak 2024 di Indonesia

Simak penjelasan di bawah ini seperti dikutip dari Kompas.com:

1. CNA: Pertarungan KIM Plus vs PDI-P 

CNA menyoroti Pilkada 2024 dalam artikel berjudul "Arrest of governor, voter fatigue cloud Indonesia’s Nov 27 regional elections seen as test for President Prabowo." 

Stasiun televisi berita yang berbasis di Singapura ini menuliskan, sebagian besar kandidat berasal dari dua fraksi politik. 

Pertama, dari Koalisi Indonesia Maju atau KIM Plus yang beranggotakan 11 partai politik hasil koalisi Presiden Prabowo Subianto

Kedua, berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) milik Presiden Ke-6 Megawati Soekarnoputri. 

Sedangkan sebagian kecil lainnya merupakan kandidat independen. 

Menurut CNA, bagi Prabowo, pilkada ini kemungkinan akan menentukan seberapa baik kebijakan dan programnya dilaksanakan di lapangan. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved