Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Kriminal

Seorang Pria di Siantar Tewas Dicekik di Ladang Jahe, Diduga Terlibat Percekcokan

Kasus penganiayaan yang mengakibatkan seorang pria bernama Nurhadi Irawan meninggal dunia akibat dipiting leher oleh tersangka berinisial GCP.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
TRIBUN MEDAN/HO
Wakapolres Pematangsiantar AKBP Ahmad Wahyudi mengungkap kasus tewasnya seorang pemuda akibat cekcok karena perempuan, Senin (16/12/2024) malam. 

PROHABA.CO, SIANTAR -  Kasus penganiayaan yang mengakibatkan seorang pria bernama Nurhadi Irawan meninggal dunia akibat dipiting leher oleh tersangka berinisial GCP.

Kejadian ini terjadi di Jalan Rindung, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar pada Senin (16/12/2024) malam.

Dalam hal ini, Polres Pematangsiantar memaparkan kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya seorang pria Nurhadi Irawan.

Wakapolres Pematangsiantar AKBP Ahmad Wahyudi menyampaikan bahwa tewasnya Nurhadi Irawan merupakan perkara tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang.

Dikatakan Wakapolres, aksi tersebut terjadi pada hari Minggu Tanggal 15 Desember 2024 sekira Pukul 03.00 WIB. 

"Pada hari Sabtu (14/12/2024) sekira pukul 22.00 WIB saksi berinisial AS berkomunikasi dengan korban Nurhadi Irawan melalui aplikasi Dating Aps OMI dan sepakat untuk jalan keliling kota Pematangsiantar," kata Wakapolres didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Made Wira Suhendra, dan KBO Sat Reskrim Iptu Apri Damanik. 

Sekira pukul 23.00 Wib AS mengajak pulang korban.

Namun korban mengarahkan perjalanan ke Jalan Rindung, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba tenyata akan dipaksa untuk masuk ke hotel. 

Saksi AS merasa keberatan untuk diajak masuk ke hotel dan terjadi pertengkaran antar saksi dan korban

Pada saat di sekitar lokasi tersangka berinisial GCP.

Baca juga: Warga Pidie Meninggal Ditikam dengan Obeng di Batam karena Lerai Cekcok, Tiga Pelaku Diciduk

mendengar pertengkaran AS dengan korban Nurhadi Irawan.

Tersangka menghampiri korban dan saksi AS setelah pelaku GCP mendekati ternyata GCP mengenali saksi AS.

Selanjutnya korban mengatakan kepada pelaku GCP. 

"Bukan Urusanmu," ujar Wakapolres menirukan suara korban saat percekcokan terjadi. 

Tak berhenti di situ, selanjutnya terjadi pertengkaran fisik antara Korban dengan Pelaku GCP.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved