Jumat, 24 April 2026

Berita Pidie

Tiga Hari Usai Terseret Arus, Petani Rambutan Ditemukan Meninggal

Tim Search and Rescue (SAR) bersama polisi, TNI, serta masyarakat akhirnya menemukan sosok Saiful Arrahman (42), petani rambutan asal Gampong Tuha

|
Editor: Muliadi Gani
Dok SAR Pidie
Kabid Satgas Komunikasi SAR Pidie, Tgk Syukri (dua kanan), bersama tim gabungan TNI/Polri, dan masyarakat melakukan evakuasi jenazah petani rambutan yang terseret arus sungai, Kamis (9/1/2025). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

PROHABA.CO, SIGLI - Tim Search and Rescue (SAR) bersama polisi, TNI, serta masyarakat akhirnya menemukan sosok Saiful Arrahman (42), petani rambutan asal Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Pidie pada Kamis (9/1/2024) sekira pukul 10.30 WIB, dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban sebelumnya terseret arus saat menyeberang sungai dengan menjunjung di kepalanya rambutan yang barusan dia panen. 

Usai dievakuasi, jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses fardhu kifayah (pemulasaraan).

Bersama dua rekan

Sebelumnya diberitakan bahwa korban diseret arus sungai saat sedang membawa rambutan hasil panen dengan menyeberang sungai bersama dua rekannya.

Tiba-tiba saja air bah disertai arus kencang yang tanpa diduga menerjang ayah dua anak itu hingga raib dari permukaan sungai pada Senin (6/1/2025) lalu sekira pukul 16.00 WIB.

“Berkat komitmen tim gabungan TNI, Polri, SAR, serta masyarakat, sosok Saiful Arrahman ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa,” sebut Kepala Bidang Satuan Tugas (KabidSatgas) Komunikasi SAR Pidie, Tgk Syukri kepada Prohaba.co, Kamis (9/1/2025). 

Dijelaskan Tgk Syukri, korban pada awalnya ditemukan setelah pencarian selama tiga hari secara kontinyu.

Baca juga: Warga Mila Pidie Hilang Terseret Arus Sungai Saat Pulang Panen Rambutan

Baca juga: Jalan lintas Peureulak - Gayo Lues Tertimbun longsor, Lalu Lintas Lumpuh 

Ternyata korban terseret hingga 6,7 kilometer dari lokasi ia terseret arus sungai, persisnya di kawasan Krueng Babah Juroeng pada Kamis (9/1/2025) pada pukul 10.30 WIB.

Kala itu, orang pertama yang melihat mayat korban adalah Fauzan (22), selaku kerabat korban beserta beberapa warga lainnya saat penyisiran bersama tim gabungan.

Disebutkan juga bahwa hari nahas itu, Senin (6/1/2025), almarhum sedang bersama dua rekannya yakni Junaidi (33), warga Krueng Lala, Mila bersama Ibrahim (22), warga Gampong Masjid Andeu, Mila.

Mereka berada di kebun dan hendak pulang ke rumah di Gampong Tuha Lala dengan cara menyebrang sungai dengan kondisi sungai pada saat itu arus deras.

Korban dan saksi berenang menyeberangi sungai.

Kemudian, saksi melihat korban pada saat itu sudah terbawa arus sungai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved