Senin, 4 Mei 2026

Musisi

Grup Band Sukatani dan Lagu Bayar Bayar Bayar, Bagaimana Akhir dari Permasalahan ini?

Ini dikarenakan sebuah lagu "Bayar, Bayar, Bayar" milik mereka dianggap sebagai kritik terhadap oknum kepolisian

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Achmad Erfian Nabila | Editor: Muliadi Gani
Kompas.com
GRUP BAND - Penampilan Dua vokalis band punk new wave sukatani 

PROHABA.CO - Sukatani adalah sebuah grup band asal Purbalingga yang menggabungkan berbagai genre musik, seperti alternative, indie, dan rock.

Grup band punk asal Purbalingga ini baru-baru saja menjadi sorotan publik setelah lagu mereka yang berjudul "Bayar Bayar Bayar" ditarik dari platform streaming digital.

Ini dikarenakan sebuah lagu "Bayar, Bayar, Bayar" milik mereka dianggap sebagai kritik terhadap oknum kepolisian yang melanggar etika dan aturan kepolisian.

Langkah polisi yang mendatangi personel grup band Sukatani untuk menyelesaikan permasalahan ini banyak mengundang kritik dari berbagai pihak di media internet.

Polisi yang mendatangi personel grup band Sukatani diduga menggunakan metode intervensi dan intimidasi didalam penyelesaian permasalahannya. 

Dalam sebuah unggahan di Instagram, Muhammad Syifa Al Ufti alias Electroguy, mewakili band Sukatani, menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Polri.

Lewat Instagram Story-nya, Sukatani menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak kepada mereka.

"Hallo teman-teman. Kami dari sukatani mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas dukungan dan do'a yang diberikan oleh semua pihak selama beberapa hari ini," tulis Sukatani dikutip Kompas.com, Sabtu (22/2/2025).

Pada kesempatan yang sama, Sukatani juga menyampaikan keadaan mereka saat ini.

"Kami juga ingin mengabarkan bahwa kondisi kami sudah membaik dan berada pada ruang yang lebih aman," tulisnya.

Baca juga: Dituntut Bayar Royalti Rp 1,5 Miliar, Agnez Mo Bagikan Opini Candra Darusman soal Hak Cipta

Oknum yang melakukan intimidasi diperiksa

Empat orang personel Subdit I Ditreskrimum Polda Jawa Tengah diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Tengah karena adanya dugaan intimidasi terhadap personel band Sukatani. 

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, membenarkan bahwa dua anggotanya telah diperiksa dan dinyatakan tetap bekerja secara profesional.

Artanto juga menyebut pihak Polri sangat terbuka dengan kritikan dan masukan jika memang itu bisa membangun ke arah yang lebih baik.

"Ya monggo-monggo saja. Kritik yang membangun kepada Polri itu menjadi teman Bapak Kapolri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved