Sabtu, 11 April 2026

Paus Fransiskus Meninggal

Paus Fransiskus Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun

Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 tahun pada Senin (21/4/2025) pagi waktu setempat.

Editor: Muliadi Gani
Tribunnews
MENINGGAL - Pemimpin Gereja Katolik Sedunia dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus meninggal pada Senin (21/4/2025) pagi waktu setempat. 

PROHABA.CO -  Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 tahun pada Senin (21/4/2025) pagi waktu setempat.

Pemimpin Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus, dikabarkan wafat pada Senin Paskah, (21/4/2025), pukul 07.35 waktu setempat, di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan.

Kabar duka ini diumumkan oleh Kardinal Kevin Farrell, Camerlengo Vatikan, pada Senin pukul 9:45. “Pukul 7.35 pagi ini, Uskup Roma, Paus Fransiskus, kembali ke rumah Bapa.

Seluruh hidupnya didedikasikan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya,” kata Kardinal Kevin Ferrell dalam sebuah pernyataan.

Paus Fransiskus, pemimpin Amerika Latin pertama Gereja Katolik Roma, telah meninggal dunia menurut pernyataan Vatikan dalam sebuah pernyataan video pada Senin (21/4/2025).

Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 tahun dan baru saja selamat dari serangan pneumonia ganda yang serius.

"Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus," kata Kardinal Kevin Farrell mengumumkan di saluran TV Vatikan.

“Pukul 7.35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa," lanjutnya, seperti diberitakan Reuters.

Paus Fransiskus lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio.

Ia terpilih menjadi Paus pada tanggal 13 Maret 2013.

Baca juga: Mobil Truk Kontainer Muatan Pinang Ekspor Tabrak Colt Bawa Beras di Langsa

Baca juga: Mabuk Miras, 2 Oknum TNI Keroyok Pemuda di Serang Banten hingga Tewas, Pelaku Kini Ditahan

Hal yang mengejutkan banyak pengamat Gereja yang menganggap tokoh Argentina itu, yang dikenal karena kepeduliannya terhadap kaum miskin, sebagai orang luar.

Paus Fransiskus berusaha menonjolkan kesederhanaan ke dalam peran agungnya dan tidak pernah menempati apartemen kepausan yang mewah di Istana Apostolik yang digunakan oleh para pendahulunya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa ia lebih suka tinggal di lingkungan masyarakat demi kesehatan psikologisnya.

Paus Fransiskus mewarisi Gereja yang diserang karena skandal pelecehan seksual anak dan terkoyak oleh pertikaian dalam birokrasi Vatikan, dan hingga ia terpilih dengan mandat yang jelas untuk memulihkan ketertiban.

Namun seiring dengan berjalannya masa kepausannya, Paus Fransiskus menghadapi kritik pedas dari kaum konservatif, yang menuduhnya merusak tradisi yang dijunjung tinggi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved