Minggu, 10 Mei 2026

Perang India vs Pakistan

125 Jet Tempur India dan Pakistan Terlibat Perang Udara, Disebut yang Terbesar Sejak Perang Dunia II

Pakistan dan India terlibat dalam duel sengit di udara wilayah Khasmir pada Rabu (7/5/2025) dini hari waktu setempat.

Tayang:
Editor: Jamaluddin
TANGKAPAN LAYAR
PERANG UDARA - Pesawat tempur Sukhoi SU-30 MKI India. CNN melaporkan 125 pesawat tempur terlibat duel sengit di Kashmir pada Rabu (7/5/2025) dini hari waktu setempat.  

Latar Belakang Konflik

  • India dan Pakistan memiliki klaim teritorial atas wilayah Kashmir yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
  • Konflik meningkat setelah serangan terhadap wisatawan di Pahalgam pada April 2025, yang menewaskan 25 warga India dan satu warga Nepal.
  • India menuduh Pakistan berada di balik serangan itu, namun Pakistan membantah keterlibatan.

Keterlibatan J-10C

Wakil Perdana Menteri Pakistan dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar pada Rabu (7/5/2025) mengonfirmasi bahwa jet tempur buatan Cina J-10C berpartisipasi dalam tanggapan Pakistan terhadap serangan India.

Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi luas mengenai apakah peralatan Pakistan yang diperoleh dari Tiongkok berperan dalam bentrokan yang menyebabkan jatuhnya beberapa pesawat India.

Berbicara di Majelis Nasional, Dar mengungkapkan bahwa Pakistan sudah menerima intelijen tentang kemungkinan serangan India pada Selasa (6/5/2025) malam pukul 22.00, sehingga membuat mereka menyiapkan pertahanan sekaligus serangan balik.

"Ada instruksi untuk hanya menargetkan jet India yang melepaskan muatan (bom/rudal)," kata Dar. 

"Ini sebabnya hanya lima jet yang ditembak jatuh. 

Jika arahannya berbeda, hampir 10-12 jet akan ditembak jatuh," sambung dia.

Aib bagi Prancis

Penembakan lima jet tempur India, termasuk pesawat tempur Rafale Prancis, sudah menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan teknologi antara kedua angkatan udara yang terlibat.

Seorang pejabat tinggi Prancis kepada penyiar AS CNN mengatakan bahwa Pakistan memang menembak jatuh jet tempur Rafale yang dioperasikan oleh IAF. 

Ini adalah kerugian tempur pertama yang dikonfirmasi dari pesawat canggih buatan Prancis tersebut.

"Jika jet tempur Rafale memang jatuh, itu bisa menjadi langkah signifikan menuju eskalasi," kata Gilles Boquerat, seorang analis keamanan Asia Selatan yang terkait dengan lembaga pemikir Prancis Foundation for Strategic Research, kepada TRT World.

Rafale, jet tempur multiperan generasi 4,5 yang diakuisisi India pada tahun 2020-22, merupakan puncak persenjataan udara Angkatan Udara India (IAF).

India membayar sekitar $8,7 miliar hingga $9,4 miliar untuk 36 jet Rafale saat itu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved