Rabu, 13 Mei 2026

Perang India vs Pakistan

125 Jet Tempur India dan Pakistan Terlibat Perang Udara, Disebut yang Terbesar Sejak Perang Dunia II

Pakistan dan India terlibat dalam duel sengit di udara wilayah Khasmir pada Rabu (7/5/2025) dini hari waktu setempat.

Tayang:
Editor: Jamaluddin
TANGKAPAN LAYAR
PERANG UDARA - Pesawat tempur Sukhoi SU-30 MKI India. CNN melaporkan 125 pesawat tempur terlibat duel sengit di Kashmir pada Rabu (7/5/2025) dini hari waktu setempat.  

Sebanyak 125 jet tempur dari kedua belah pihak ikut menjadi bagian dari pertempuran udara tersebut. Duel udara dalam Operasi Sindoor itu disebut sebagai yang terbesar sejak Perang Dunia II.

PROHABA.CO, JAKARTA - Pakistan dan India terlibat dalam duel sengit di udara wilayah Khasmir pada Rabu (7/5/2025) dini hari waktu setempat.

Sebanyak 125 jet tempur dari kedua belah pihak ikut menjadi bagian dari pertempuran udara tersebut.

Duel udara dalam Operasi Sindoor itu disebut sebagai yang terbesar sejak Perang Dunia II.

Menurut sumber CNN di dinas keamanan Pakistan, perang udara tersebut melibatkan 125 jet tempur dari kedua negara.

Baik Pakistan dan India saling bertukar serangan rudal selama lebih dari satu jam, dengan beberapa serangan rudal dilakukan dari jarak lebih dari 160 kilometer. 

"Terkadang, Angkatan Udara India harus melakukan beberapa serangan udara terhadap sasaran. 

Pakistan melakukan segala yang mungkin untuk memperingatkan warga sipil di daerah yang dianggapnya sebagai sasaran potensial," kata sumber tersebut dikutip dari Tribunnews.com

Informasi ini dikomentari oleh Yevhen Sasko, seorang kolonel di Angkatan Bersenjata Ukraina, mantan wakil komandan SSO Angkatan Bersenjata Ukraina, dan mantan kepala Departemen Komunikasi Strategis Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.

Ada beberapa keraguan bahwa negara-negara ini akan mampu mengangkat 125 pesawat tempur ke udara secara bersamaan dan di satu tempat. 

Ini membutuhkan logistik tingkat lanjut dan perencanaan yang matang. 

Namun, jika itu benar, maka ini adalah penemuan baru dalam sejarah peperangan modern.

Pakar tersebut menarik perhatian pada detail lain, mengomentari informasi tentang lima pesawat tempur India yang jatuh.

"Jika informasi tentang penembakan jatuh lima pesawat Angkatan Udara India dapat dipercaya (dan fakta penembakan jatuh satu Rafale telah dikonfirmasi), maka ini menunjukkan kualitas rudal PL15 Cina, yang digunakan oleh pesawat tempur Pakistan," ujarnya.

"Dan, jika memang benar terjadi, fakta ini merendahkan nilai pembelian Rafale oleh India yang mahal tapi gagal mengalahkan pesawat tempur buatan Cina," sambung keterangan tersebut.

Latar Belakang Konflik

  • India dan Pakistan memiliki klaim teritorial atas wilayah Kashmir yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
  • Konflik meningkat setelah serangan terhadap wisatawan di Pahalgam pada April 2025, yang menewaskan 25 warga India dan satu warga Nepal.
  • India menuduh Pakistan berada di balik serangan itu, namun Pakistan membantah keterlibatan.

Keterlibatan J-10C

Wakil Perdana Menteri Pakistan dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar pada Rabu (7/5/2025) mengonfirmasi bahwa jet tempur buatan Cina J-10C berpartisipasi dalam tanggapan Pakistan terhadap serangan India.

Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi luas mengenai apakah peralatan Pakistan yang diperoleh dari Tiongkok berperan dalam bentrokan yang menyebabkan jatuhnya beberapa pesawat India.

Berbicara di Majelis Nasional, Dar mengungkapkan bahwa Pakistan sudah menerima intelijen tentang kemungkinan serangan India pada Selasa (6/5/2025) malam pukul 22.00, sehingga membuat mereka menyiapkan pertahanan sekaligus serangan balik.

"Ada instruksi untuk hanya menargetkan jet India yang melepaskan muatan (bom/rudal)," kata Dar. 

"Ini sebabnya hanya lima jet yang ditembak jatuh. 

Jika arahannya berbeda, hampir 10-12 jet akan ditembak jatuh," sambung dia.

Aib bagi Prancis

Penembakan lima jet tempur India, termasuk pesawat tempur Rafale Prancis, sudah menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan teknologi antara kedua angkatan udara yang terlibat.

Seorang pejabat tinggi Prancis kepada penyiar AS CNN mengatakan bahwa Pakistan memang menembak jatuh jet tempur Rafale yang dioperasikan oleh IAF. 

Ini adalah kerugian tempur pertama yang dikonfirmasi dari pesawat canggih buatan Prancis tersebut.

"Jika jet tempur Rafale memang jatuh, itu bisa menjadi langkah signifikan menuju eskalasi," kata Gilles Boquerat, seorang analis keamanan Asia Selatan yang terkait dengan lembaga pemikir Prancis Foundation for Strategic Research, kepada TRT World.

Rafale, jet tempur multiperan generasi 4,5 yang diakuisisi India pada tahun 2020-22, merupakan puncak persenjataan udara Angkatan Udara India (IAF).

India membayar sekitar $8,7 miliar hingga $9,4 miliar untuk 36 jet Rafale saat itu.

Setiap penembakan yang dikonfirmasi tidak hanya akan merusak prestise militer New Delhi, tapi juga menandakan kesalahan perhitungannya dalam menilai peningkatan kekuatan udara Pakistan, khususnya jet J-10C yang dipasok Cina.

"Ini akan menjadi rasa malu yang mendalam bagi IAF, mengingat (Rafale) adalah jet tempur paling canggih dalam inventaris mereka," kata Boquerat.

The New York Times mengutip tiga pejabat India anonim yang mengonfirmasi bahwa beberapa pesawat India sudah jatuh tanpa merinci rinciannya.

“Itu berarti IAF belum sepenuhnya mempertimbangkan kapasitas operasional Angkatan Udara Pakistan (PAF),” kata Boquerat, seraya menambahkan bahwa India lebih suka menggunakan rudal darat-ke-darat dalam beberapa hari mendatang.

Mailk Qasim Mustafa, direktur Pusat Pengendalian dan Perlucutan Senjata di Institut Studi Strategis, Islamabad, memberi tahu TRT World bahwa penembakan jatuh tiga pesawat Prancis yang canggih merupakan ‘penyebab kekhawatiran serius’ bagi Dassault Aviation.

“Itu dapat memengaruhi kesepakatan masa depannya dengan negara lain,” katanya.

Sebagai informasi, Indonesia sudah meneken kesepakatan pembelian 42 jet tempur Rafale.

Pesawat tersebut akan tiba di Indonesia secara bertahap. 

Pesawat Rafale pertama diperkirakan tiba di Indonesia pada awal tahun depan.

Kekalahan Rafale dari pesawat tempur Cina tentu menimbulkan keraguan tentang kualitas pesawat tersebut jika harus berhadapan dengan jet tempur canggih pesaingnya.

Apalagi, bukan tak mungkin, Rafale Indonesia suatu saat akan berhadapan dengan jet tempur Cina, jika terjadi eskalasi di Laut Cina Selatan. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 125 Pesawat India dan Pakistan Terlibat Pertempuran Sengit, Tembakkan Rudal dari Jarak 160 Km, 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved