BRICS vs Dolar AS
Apakah BRICS Akan Kalahkan Dolar AS di Perdagangan Internasional? Ini Penjelasannya
Mata uang BRICS adalah singkatan dan gabungan mata uang dari beberapa nama negara seperti Brasil, Rusia, India, Cina, dan South Afrika.
Penulis: Cut Bintu Jabbabirah | Editor: Jamaluddin
Tujuan utama dibentuknya mata uang tukar bernama BRICS ini adalah karena mereka ingin keluar dari dominasi Barat dalam sistem mata uang.
PROHABA.CO - Mata uang BRICS adalah singkatan dan gabungan mata uang dari beberapa nama negara seperti Brasil, Rusia, India, Cina, dan South Afrika.
Wakil Ketua Duma Rusia, Alexander Babakov, menggatakan, BRICS adalah mata uang baru.
Bagaimanapun, menurutnya, mata uang BRICS tidak bisa dengan mudah terjadi karena membutuhkan beberapa tahap dan langkah untuk mengaktifkan perdagangan dalam mata uang lokal anggota BRICS, termasuk banyak negara seperti Arab Saudi, Iran, Nigeria, dan negara-negara lain.
BRICS dicetuskan oleh investment banker yang bernama Jim O’Neill pada tahun 2001 yang pada saat itu ia bekerja di Goldman Sachs.
Negara di dalam BRICS berkongsi ideologi yang sama yaitu 'Multipolarism' dunia yang didominasi oleh tiga atau lebih kuasa dominan, dan bukan bersifat 'unipolar' di mana hanya ada satu kuasa doniman seperti dolar AS yang dominan dari segi ekonomi dan ketenteraan.
BRICS mewujudkan orde ekonomi baru yang tidak berpaksikan dengan penggunaan dolar AS.
Pada 2010, negara BRICS menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang baik.
Cina sudah menggantikan Jepang sebagai ekonomi nomor 2 di dunia.
Kehadiran BRICS membuat banyak negara terkesan dan ikut bergabung dalam penyertaan BRICS termasuk negara sekutu Amerika Serikat seperti Mesir, Uni Emirat Arab (UAE), Arab Saudi, dan Thailand.
Tujuan utama dibentuknya mata uang tukar bernama BRICS ini adalah karena mereka ingin keluar dari dominasi Barat dalam sistem mata uang.
Negara-negara yang bergabung dengan mata uang BRICS ingin membuat reformasi ekonomi Internasional dan mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam dunia internasional, transaksi perdagangan antarnegara kebanyakan bergantung pada satu sistem pembayaran yang disebut SWIFT (Society for World Wide Inter Bank Financial Telecomunication).
Sistem pembayaran inilah yang mengatur bagaimana pesan-pesan keuangan antarbank dikirimkan dengan aman.
Sejak Perang Dunia II, mata uang yang paling banyak dipakai untuk transaksi global adalah dolar Amerika Serikat.
| Muhammad Aril dan Talha Della Sintia Juara Duta Baca USK 2026 |
|
|---|
| Disbudpar Aceh dan GEKRAFS Jalin Kerja Sama, Genjot Promosi Wisata dan Ekraf |
|
|---|
| Bank Aceh Gandeng Taspen, Perkuat Layanan Pembayaran Pensiun di Aceh |
|
|---|
| RSIA Cempaka Az-Zahra Banda Aceh Kembali Terima Pasien BPJS, Ini Fasilitas yang Disiapkan |
|
|---|
| Demo Tolak Pergub JKA di Kantor Gubernur Aceh Berujung Ricuh, Sejumlah Massa Diamankan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/AS-mengalami-krisis-terutama-bidang-ekonomi-BRICS-hadir-sebagai-penganti-USD.jpg)