Sabtu, 9 Mei 2026

Densus 88 Tangkap ASN di Banda Aceh

2 ASN Terduga Teroris Disebut Sosok Gaul dan Berjiwa Sosial

Dua aparatur sipil negara (ASN) Aceh yang ditangkap Densus 88 karena diduga terlibat aksi terorisme, membuat atasan keduanya kaget

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
DOK HUMAS POLDA ACEH
TANGKAP ASN DI ACEH - Densus 88 Antiteror Polri tangkap dua ASN Aceh yang diduga terlibat dalam aktivitas terorisme. FOTO Tim Densus 88 saat melakukan penggeledahan salah satu lokasi yang diduga tempat aktivitas terduga pelaku, Selasa (5/8/2025). DOK HUMAS POLDA ACEH 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Dua aparatur sipil negara (ASN) Aceh yang ditangkap Densus 88 karena diduga terlibat aksi terorisme, membuat atasan keduanya kaget karena tak menyangka keterlibatan mereka.

Para kolega mereka di kantor pun tidak curiga sedikit pun, karena masing-masing terduga dikenal sebagai sosok yang gaul, berjiwa sosial, rajin kerja, dan tidak terlihat ekstrem atau radikal dalam keseharian mereka.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Azhari, mengaku belum mendapat informasi pasti terkait keterlibatan MZ, salah seorang ASN di kantornya, dalam dugaan jaringan terorisme di Aceh.

Ia hanya mengakui bahwa salah seorang ASN Kanwil Kemenag Aceh berinisial MZ telah ditangkap oleh Densus 88 pada hari Selasa (5/8/2025).

Hal itu ia ketahui berdasarkan surat pemberitahuan oleh Densus 88 yang ia terima dari Pelaksana Harian (Plh) Kanwil Kemenag Aceh.

“Sejauh mana keterlibatan MZ kami belum mendapat informasi lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Prohaba dari internal Kanwil Kemenag Aceh, MZ digambarkan sebagai sosok yang mudah bergaul. 

Bahkan, ia dikenal sebagai pribadi yang rajin datang ke kantor, terkecuali saat mendapat tugas dinas luar. 

Para koleanya di kantor itu tidak menyangka bahwa MZ diduga terlibat dalam jaringan terorisme sebagaimana informasi dari Densus 88.

“Nggak nyangka kalau kita lihat keseharian dia, MZ itu terlibat jaringan terorisme,” ujar salah seorang rekan kerja MZ. 

Bahkan, menurutnya, MZ juga dikenal sebagai pribadi yang suka bercanda dan teman ngopi bersama para rekan kerjanya.

“Dia anaknya gaul, sering main bola sama kami,” jelasnya. 

Baca juga: Densus 88 Tangkap Dua ASN di Kota Banda Aceh, Disinyalir Terlibat Jaringan Teroris

Diketahui sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua aparatur sipil negara (ASN) di Aceh karena diduga terlibat jaringan terorisme.

Kedua ASN yang diamankan itu masing-masing berinisial MZ alias KS (40) dan ZA alias SA (47). 

Selain melakukan penangkapan, Densus 88 juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas ataupun penyimpanan barang-barang yang berkaitan dengan tindak pidana terorisme.

Berdasarkan informasi, MZ yang ASN di Kanwil Kemenag Aceh ditangkap saat berada di salah satu warung kopi kawasan Banda Aceh.

Sedangkan ZA diketahui bertugas di Dinas Pariwisata Banda Aceh.

Ia diamankan tim Densus 88 di sebuah showroom mobil kawasan Batoh, Banda Aceh

Berjiwa sosial

Sementara itu, sosok ZA digambarkan koleganya sebagai pribadi yang berjiwa sosial dan tidak menyimpang (ekstrem atau radikal).

Penangkapan ZA oleh Densus 88 mengejutkan banyak pihak, termasuk rekan kerja dan pimpinan dinas, yang mengaku selama ini tidak pernah melihat gelagat mencurigakan dari sosok ZA.

Kadis Pariwisata Banda Aceh, Said Fauzan, mengaku, ZA dikenal sebagai pribadi yang bersosialisasi dengan baik dan tidak menunjukkan gelagat ekstrem atau menyimpang.

“Selama ini biasa saja, interaksi sosialnya bagus, nggak ada problem,” ujar Said Fauzan saat dihubungi Prohaba.co, Rabu (6/8/2025).

“Enggak ada gelagat-gelagat yang mengarah ke terorisme,” tambahnya.

“Biasanya kalau orang ekstremisme dan fundamentalis itu kan tampak terus dia, ideologinya beda,” papar Kadis Priwisata Banda Aceh.

“Tapi dia (ZA) ini biasa saja. 

Baca juga: Densus Tangkap 2 ASN Aceh Terlibat Terorisme, Wali Kota Banda Aceh Mengaku Kaget

Kami saja terkejut, antara percaya dan tidak,” tambah Said Fauzan.

Said menyampaikan, rekanrekan kerja lain juga menyebut bahwa ZA tidak pernah menunjukkan kecenderungan ideologi tertentu saat berdiskusi, termasuk dalam pergaulan santai.

“Waktu ngopi pun enggak pernah bahas-bahas agama. Pakaian juga biasa saja, enggak ada aneh-aneh. Aktivitasnya pun normal,” jelasnya.

Menurut Said, ZA diketahui sudah bekerja di Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh kurang lebih sejak tahun 2017.

Selama itu pula, tidak ada laporan dari masyarakat terkait perilakunya. 

“Interaksi dia dengan masyarakat juga enggak anehaneh.

Kita pun ngak pernah menerima adanya masyarakat yang mengadu tentang perilaku dia,” ungkapnya.

Said mengaku, pihaknya baru mengetahui dugaan keterlibatan ZA dengan jaringan terorisme setelah menerima surat pemberitahuan resmi dari kepolisian.

Meski demikian, mereka menyerahkan kasus tersebut kepada pihak terkait, sembari menunggu keterangan resmi dari pihak yang menanganinya.

“Intinya, kami betul-betul enggak tahu juga soal keterlibatan dia dalam jaringan terorisme dan kita enggak boleh terka-terka juga,” papar Kadis Pariwisata Banda Aceh.

“Kita tunggu saja bagaimana proses lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait hal ini,” pungkas Said Fauzan.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum terkait status hukum ZA.

Termasuk apakah yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka atau masih berstatus terperiksa alias terduga. (ra/iw)

Baca juga: Bank Aceh Syariah Diminta Terus Tingkatkan Pembiayaan UMKM

Baca juga: Anggota TNI Gugur dalam Kecelakaan Tragis di Depan RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved