Luar Negeri

Anda ke Jepang? Tak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok

Alasan kenapa di Jepang tidak boleh bilang cincin dan mangkok dalam bahasa Indonesia adalah karena terdengar seperti nama alat kelamin di bahasa ...

Editor: Muliadi Gani
PEXELS/THE GLORIOUS STUDIO
Ilustrasi cincin. 

PROHABA.CO, TOKYO - Alasan kenapa di Jepang tidak boleh bilang cincin dan mangkok dalam bahasa Indonesia adalah karena terdengar seperti nama alat kelamin di bahasa negara itu.

Mangkok yang dalam bahasa Indonesia berarti wadah makanan berbentuk cekung, di Jepang terdengar seperti manko yang berarti alat kelamin perempuan (vagina).

Dikutip dari SoraNews24, penggunaan kata manko di Jepang cukup menyinggung orang meski bukan kata umpatan.

Seorang seniman yang dikenal sebagai Rokudenashiko bahkan pernah ditangkap karena menciptakan seni bertema manko, yaitu perahu yang dibuat dari pemindaian 3D vagina-nya.

Dikatakan juga bahwa orang asli Jepang pun pada dasarnya tidak mengucapkan manko, walau mungkin masih ada beberapa lelaki yang melakukannya.

Baca juga: Warga Bima NTB Meninggal di Jepang, Tak Tercatat Sebagai Pekerja Migran Indonesia

Baca juga: Ditimpa Pohon Kelapa, Rumah Warga Kota Bahagia Rusak Parah

Baca juga: WHO Sebut Cacar Monyet Tantangan Berat bagi Dunia

Lalu bagaimana dengan cincin?

Cincin yang dalam bahasa Indonesia berupa salah satu perhiasan, jika diucapkan di Jepang bermakna alat kelamin pria.

Pengucapannya adalah chin-chin, yang berarti penis.

Tak hanya bagi orang Indonesia, pengucapan chin-chin juga harus diwaspadai oleh orang-orang asing lainnya yang datang ke Jepang.

Dilansir dari Ask for Idea, Chin-chin dalam bahasa Italia adalah sejenis roti bakar (tulisannya Cin-cin), sedangkan di Inggris bisa berarti halo, sampai jumpa, atau cheers.

Sebagai tambahan, kata lain yang pelafalannya mirip tetapi berbeda arti contohnya adalah napkin (Inggris: lap, Jepang: pembalut wanita).

Itulah sebabnya kenapa di Jepang tidak boleh bilang cincin dan mangkok dalam bahasa Indonesia, sebab bisa membuat salah paham karena berbeda arti.

(kompas.com)

Baca juga: Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Baca juga: Peneliti Cina Ubah Sperma Jadi Gelas Plastik Ramah Lingkungan

Baca juga: Kane Tanaka, Orang Tertua di Dunia Meninggal pada Usia 119 Tahun

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved