Rabu, 15 April 2026

Ketegangan Timur Tengah

Kapal Induk dan Helikopter AS Terpantau Berada di Dekat Selat Hormuz, Iran Siaga

Kapal induk USS Nimitz yang bertenaga nuklir dialihkan ke Timur Tengah pada bulan Juni di tengah meningkatnya ketegangan antara AS-Israel dan Iran

Editor: Misran Asri
Capture Video Instagram
KAPAL INDUK - Kapal induk USS Nimitz melintas dari Indo-Pasifik menuju Timur Tengah. kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Nimitz CVN-68 melintas laut Aceh diduga tengah menuju Teluk Persia. 

Kapal induk USS Nimitz yang bertenaga nuklir dialihkan ke Timur Tengah pada bulan Juni di tengah meningkatnya ketegangan antara AS-Israel dan Iran

PROHABA.CO - Sejumlah armada milik Amerika Serikat (AS), masing-masing dua pesawat pengintai maritim serta dua helikopter yang menjadi bagian dari carrier strike group (CSG) kapal induk USS Nimitz terlacak terbang di atas Selat Hormuz, pada Kamis (18/9/2025).

Keberadaan dua pesawat dan dua helikopter ini menandakan kehadiran kapal induk tersebut saat berlayar dekat dengan Iran, NW melansir, yang dikutip Minggu (21/9/2025).

"Citra satelit awal minggu ini menunjukkan kapal induk berlabuh di Teluk Persia di lepas pantai Uni Emirat Arab, di tengah operasi Angkatan Laut AS yang berkelanjutan di Timur Tengah," tulis laporan itu merujuk pada situs web pelacakan penerbangan ADS-B Exchange pada 18 September 2025.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menjelaskan pergerakan ini terkait dengan pertemuan perwakilan AS-Kuwait di atas kapal tersebut terkait keamanan Teluk Arab Utara.

Kapal induk USS Nimitz yang bertenaga nuklir dialihkan ke Timur Tengah pada bulan Juni di tengah meningkatnya ketegangan antara AS-Israel dan Iran.

Belakangan, keberadaan kapal induk ini diketahui berfungsi sebagai pusat komando serangan ke sejumlah fasilitas nuklir Iran yang dilakukan oleh Israel.

Serangan Israel memicu konflik selama 12 hari melawan Teheran. 

Baca juga: Donald Trump: Israel dan Iran Sepakat Gencatan Senjata, Semua Pihak Tahan Diri

Baca juga: Serangan Terbaru Iran Hantam Tel Aviv dan Haifa, Puluhan Terluka, 10.000 Orang Mengungsi

Israel dan AS kompak menyerang fasilitas nuklir Iran, sementara Teheran meluncurkan rudal ke Israel dan pangkalan utama AS di Qatar.

Serangan tersebut gagal membawa Iran ke meja perundingan mengenai program nuklirnya. 

Sehingga hal itu menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara Barat dan meningkatkan risiko perang yang berlanjut.

Adapun AS terus mendukung Israel. 

Tangkap layar kapal AS mendekati selat homuz
TERBANG DADAKAN - Tangkapan layar dari situs web pelacakan penerbangan ADS-B Exchange pada tanggal 18 September 2025 menunjukkan dua pesawat patroli maritim P-8A Poseidon Angkatan Laut AS dan dua helikopter pendukung MH-60S Seahawk—kemungkinan diluncurkan dari kapal induk USS Nimitz—melakukan penerbangan mendadak di Selat Hormuz.(tangkap layar/ADS-B Exchange)

AS juga mengandalkan sekutu negara Arab di kawasan Teluk untuk melawan pengaruh Iran.

Namun, AS sekarang menghadapi hubungan yang berpotensi tegang setelah Israel menyerang Doha, Qatar dengan alasan menargetkan delegasi senior Hamas.

Serangan Israel ke Doha, ibu kota Qatar, yang juga menjadi tuan rumah bagi para mediator AS dan Israel yang bekerja untuk merundingkan gencatan senjata Gaza, dianggap langkah keras yang justru akan menggagalkan segala upaya damai.

Baca juga: Iran Luncurkan Rudal ke Israel sebagai Serangan Balasan, Tel Aviv dan Haifa Rusak Parah

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved