Selasa, 21 April 2026

Amerika dan Israel Serang Iran

Imam Ali Khamenei Syahid, IRGC Siap Balas Dendam Serangan AS-Israel 

Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah akan melancarkan operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah militer Republik Islam Iran menyusul gugurnya

Editor: Muliadi Gani
Tangkapan layar/khamenei.ir
ALI KHAMENEI - Pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengeluarkan pernyataan resmi atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Tangkapan layar/khamenei.ir) 
Ringkasan Berita:
  • Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, termasuk anak, menantu, dan cucunya.
  • IRGC ancam balas serangan besar-besaran terhadap instalasi Israel dan AS, menyebutnya sebagai operasi ofensif terbesar dalam sejarah militer Iran.
  • Iran tetapkan 40 hari berkabung nasional, sementara korban sipil akibat serangan udara dilaporkan mencapai lebih dari 200 orang di 24 provinsi.

 

PROHABA.CO, TEHERAN - Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah akan melancarkan operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah militer Republik Islam Iran menyusul gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Imam Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (29/2/2026) dini hari.

Pernyataan ini disiarkan oleh kantor berita Fars dan menegaskan bahwa serangan akan menargetkan instalasi Israel dan Amerika Serikat “dalam hanya beberapa saat.”

IRGC menyatakan duka mendalam atas kematian Khamenei, yang disebut sebagai “pemimpin besar” dan martir Revolusi Islam. 

Korps Garda Revolusi Iran telah menanggapi kematian Khamenei, dengan mengatakan, “Kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kami berduka atas dia,” menurut pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Fars. 

Ia menambahkan bahwa, “Kemartiran Khamenei di tangan teroris dan algojo kemanusiaan yang palingkejam adalah tanda legitimasi pemimpin besar ini dan penerimaan jasanya yang tulus.”

Ia menambahkan, “Tangan balas dendam bangsa Iran... tidak akan membiarkan mereka pergi.”

“IRGC akan berdiri teguh dalam menghadapi konspirasi dalam dan luar negeri,” kata pernyataan itu.

Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang masih berlangsung di berbagai wilayah negara tersebut.

Media pemerintah Iran melaporkan Khamenei tewas bersama putrinya, menantu laki-lakinya, serta cucunya dalam serangan yang disebut sebagai salah satu yang paling mematikan sejak eskalasi konflik terbaru pecah.

Pengumuman ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer besar terhadap Iran telah dimulai menyusul serangan rudal Israel.

Baca juga: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan Udara Gabungan Israel-AS

Trump mengeklaim, pengeboman yang disebutnya “berat dan tepat” akan terus berlanjut sepanjang pekan ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan strategis Washington DC.

Sementara itu, media Iran Fars News Agency mengutip seorang komandan IRGC mengatakan, “Pembunuhan para komandan tidak meninggalkan dampak sedikit pun terhadap jalannya kemajuan dalam pertempuran ini.

Struktur sistem kami dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan penunjukan individu-individu yang mampu segera setelah kemartiran seorang komandan.” Korban sipil bertambah

Di tengah serangan udara yang meluas, media pemerintah Iran juga melaporkan sebuah sekolah di Iran selatan dihantam serangan, menewaskan sedikitnya 108 orang.

Secara keseluruhan, sedikitnya 201 orang dilaporkan tewas di 24 provinsi akibat gelombang serangan terbaru.

Iran membalas Sementara itu, Iran melancarkan serangan balasan yang diklaim menargetkan aset-aset milik Israel dan Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak. 

Beberapa negara di kawasan tersebut dilaporkan menutup wilayah udara mereka sebagai langkah antisipasi. 

Berkabung 40 hari

Kantor berita negara Fars melaporkan, Pemerintah Iran menetapkan 40 hari berkabung nasional atas wafatnya Ali Khamenei.

Selain itu, tujuh hari libur nasional juga diumumkan. Bagi Republik Islam Iran, kematian Khamenei disebut sebagai “hari yang berbeda” dalam sejarah negara tersebut.

Ia merupakan fi gur sentral dalam Revolusi Islam dan memainkan peran kunci sebelum maupun sesudah revolusi.

Di dalam negeri, ia dipandang sebagai sosok yang sangat berpengaruh, baik oleh para pendukungnya maupun para pengkritiknya.

Kini, media Iran menyebutnya sebagai “martir Revolusi Islam”.

Namun, hingga kini, tidak ada rincian resmi mengenai bagaimana persisnya ia tewas dalam serangan tersebut. 

Baca juga: Israel Luncurkan Serangan Rudal ke Teheran, Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Iran

Klaim Trump dipertanyakan

Klaim Presiden Trump mengenai kematian Khamenei disebut-sebut bersumber dari informasi Israel.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan terbuka dari badan intelijen Amerika Serikat maupun Pentagon yang secara resmi mengonfi rmasi detail tersebut.

Trump juga mengisyaratkan adanya potensi pemberontakan terhadap kepemimpinan di Iran dan menyatakan harapannya akan muncul perlawanan rakyat terhadap pemerintah di Teheran.

Kantor berita Iran, Tasnim dan Fars, kemudian mengonfirmasi kematian Khamenei, meskipun detail peristiwa dan kronologi serangan belum diungkapkan secara lengkap.

Perkembangan ini menandai babak baru yang sangat genting dalam dinamika konflik Timur Tengah, dengan implikasi yang diperkirakan akan mengguncang stabilitas kawasan dalam waktu dekat. 

Sementara itu, Reza Fahlevi menyebut kematian Ali Khamenei merupakan tanda berakhirnya era kepemimpinan di negara Islam Iran dan dia memuji Trump dan Israel karena berhasil menyerang Khamenei sehingga meregang nyama bersama anak, menantu, dan cucunya.

Laporan terbaru menyebutkan, jasad Khamenei telah ditemukan di bawah reruntuhan kediamannya.

Demikian pula jasad anak, menantu, dan cucunya.

Cincin yang selalu dipakai Khamenei menjadi salah satu tanda untuk mempermudah identifikasi jasadnya.

Bersama Khamenei juga terbunuh sejunlah elite militer Iran, termasuk Komandan IRGC atau Korps Garda Revolusi Iran.

Ratusan ribu warga Iran turun ke jalan meratapi kematian Imam Besar yang paling dihormati rakyat Iran itu.

Sementara itu, Raza Fahlevi berkomentar bahwa kematian Ali Khamenei menandai berakhir era kepemimpinan Islam di Iran.

Ia juga menyatakan selamat kepada Donald Trump dan Netanyahu karena berhasil mengakhiri riwayat musuh politiknya itu. 

(Serambinews.com/Kompas. com)

Baca juga: IRGC Klaim Rudal-Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln 

Baca juga: Militer AS Bersiap Hadapi Iran dengan Opsi Serangan Udara dan Laut, Tinggal Tunggu Perintah

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved