Kamis, 28 Mei 2026

Amerika dan Israel Serang Iran

Stasiun CIA Amerika Serikat di Riyadh Diserang Drone, Diduga dari Iran

Stasiun Central Intelligence Agency (CIA) di Arab Saudi dilaporkan menjadi korban serangan pesawat tak berawak atau drone pada Senin (2/3/2026).

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
ISTIMEWA/HO
DISERANG DRONE - Pangkalan operasional Central Intelligence Agency (CIA) yang berada di dalam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak yang diyakini berasal dari Iran.  (IST) 

Ringkasan Berita:
  • Stasiun CIA di kompleks Kedutaan AS di Riyadh diserang dua drone, diduga dilancarkan oleh Iran, namun belum ada bukti stasiun CIA menjadi sasaran utama.
  • Serangan menimbulkan kebakaran kecil dan kerusakan material, tanpa korban jiwa, di tengah eskalasi konflik Timur Tengah pasca serangan AS dan Israel ke Iran.
  • Pihak kedutaan AS mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga, menutup layanan rutin, dan mengimbau menjauhi Riyadh serta Dhahran untuk mencegah risiko serangan lanjutan.

 

PROHABA.CO - Stasiun Central Intelligence Agency (CIA) di Arab Saudi dilaporkan menjadi korban serangan pesawat tak berawak atau drone pada Senin (2/3/2026).

Stasiun tersebut berada di kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Mengutip Reuters, serangan ini diduga kuat dilancarkan oleh Iran, meskipun seorang sumber yang mengetahui insiden menegaskan bahwa belum ada bukti kuat bahwa kantor intelijen AS tersebut menjadi sasaran utama.

"Tidak ada indikasi bahwa stasiun tersebut adalah targetnya," ujar sumber tersebut, Selasa (3/3/2026).

Hingga saat ini, pihak CIA menolak memberikan komentar resmi terkait serangan yang menimpa fasilitas mereka di Riyadh.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kompleks kedutaan dihantam oleh dua drone, yang menyebabkan kebakaran kecil dan beberapa kerusakan material.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden ini.

Serangan terhadap kedutaan AS ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca juga: Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Orang Tewas

Baca juga: Ulama Aceh Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Desak Pemimpin Muslim Diminta Bantu Teheran

Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian serangan yang terjadi setelah serangan militer besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Sejak itu, sejumlah fasilitas milik Washington di kawasan Timur Tengah menjadi target serangan.

Menanggapi situasi keamanan yang memburuk, misi diplomatik AS di Arab Saudi mengeluarkan peringatan keras kepada warganya untuk menjauhi area Kedutaan Besar AS di Riyadh hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Seluruh layanan rutin dan darurat bagi warga AS yang sedianya dijadwalkan pada Selasa dibatalkan.

Ancaman serupa juga dilaporkan di wilayah lain, termasuk Dhahran, Arab Saudi.

Dalam peringatan resmi yang diterbitkan misi diplomatik, disebutkan adanya potensi serangan rudal dan drone yang dapat terjadi kapan saja.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved