Selasa, 21 April 2026

OTT KPK di Madium

Wali Kota Madiun Maidi Terjaring OTT KPK Terkait Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR

Kali ini, Wali Kota Madiun, Maidi, ditangkap bersama sejumlah pihak dalam operasi yang berlangsung di Jawa Timur pada Senin (19/1/2026).

Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI
OTT KPK - Wali Kota Madiun, Maidi, ditangkap bersama sejumlah pihak dalam operasi yang berlangsung di Jawa Timur pada Senin (19/1/2026). Wali Kota Madiun Maidi Terjaring OTT KPK Terkait Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR (KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI) 

Ringkasan Berita:
  • KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT bersama 14 orang lainnya, 9 dibawa ke Jakarta.
  • Barang bukti berupa uang ratusan juta rupiah disita, diduga terkait fee proyek dan dana CSR.
  • Maidi baru memenangkan Pilkada 2024 dengan dukungan 11 partai politik, kini karier politiknya terjerat kasus korupsi.

 

PROHABA.CO, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyita perhatian publik.

Kali ini, Wali Kota Madiun, Maidi, ditangkap bersama sejumlah pihak dalam operasi yang berlangsung di Jawa Timur pada Senin (19/1/2026).

Penangkapan ini dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, yang menyampaikan bahwa tim KPK mengamankan 15 orang dalam kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Madiun.

Dari jumlah tersebut, sembilan orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk Wali Kota Madiun.

Dalam OTT tersebut, KPK menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

Dugaan awal menyebutkan bahwa kasus ini terkait dengan fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun.

Baca juga: DJP Nyatakan Kooperatif Usai KPK Lakukan Penggeledahan Terkait Dugaan Suap Pajak

Profil

Penangkapan ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus korupsi, sekaligus menjadi sorotan karena Maidi baru saja memenangkan Pilkada 2024 bersama wakilnya, Bagus F. Panuntun.

Maidi dan Bagus berhasil meraih kemenangan telak dalam pilkada serentak 2024 dengan perolehan suara 65.583 atau 56 persen.

Mereka mengalahkan dua pasangan calon lainnya, yakni Bonie Laksmana-Bagus Rizki yang memperoleh 39,2 persen suara, serta Inda Raya-Aldi dengan 4,7 persen suara.

Pasangan Maidi-Panuntun didukung oleh 11 partai politik besar, termasuk PSI, Nasdem, Demokrat, Gerindra, PKB, PKS, PAN, Prima, Gelora, PBB, dan PPP.

Dukungan politik yang luas ini sempat menempatkan Maidi sebagai figur kuat di Kota Madiun.

Sebelum terjun ke dunia politik, Maidi dikenal sebagai seorang pendidik.

Baca juga: KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut dan Staf Khusus Gus Alex Tersangka Korupsi Kuota Haji

Ia memulai kariernya sebagai guru geografi di SMAN 1 Kota Madiun pada tahun 1989.

Kariernya terus menanjak hingga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Madiun, kemudian dipercaya menjadi Kepala Tata Usaha Dinas Pendidikan, dan setahun setelahnya menjadi Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved