Universitaria
Mahasiswa USK Ciptakan SUNSTONE Alat Deteksi Penyakit Paru
Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menciptakan sebuah inovasi teknologi di bidang kesehatan berupa alat deteksi dini Penyakit Paru
Laporan Sara Masroni | Banda Aceh
PROHABA.CO, BANDA ACEH - Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menciptakan sebuah inovasi teknologi di bidang kesehatan berupa alat deteksi dini Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) yang diberi nama SUNSTONE.
Alat ini memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan Machine Learning (ML) untuk mendeteksi gejala PPOK secara non-invasif dan real-time.
Tim pengembang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin, yaitu dari Fakultas Teknik Komputer dan Fakultas Kedokteran.
Anggotanya meliputi Nur Hidayah Naimah Harahap (ketua tim), Muhammad Ilham, Muhammad Suhaili, Dzakiroh Mufidah Hasibuan, dan Farah Narizki.
Mereka dibimbing oleh Dr. dr. Budi Yanti, SpP(K), seorang dokter spesialis paru yang juga dosen pembimbing PKM-KC USK.
Ketua tim, Naimah, menjelaskan bahwa proyek ini diajukan melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) dan bertujuan untuk menghadirkan solusi deteksi dini PPOK yang lebih efisien dan terjangkau.
Ketua Tim, Nur Hidayah Naimah Harahap menjelaskan, data WHO (2021) menyebutkan PPOK menyebabkan 3,5 juta kematian, sehingga menjadikan penyakit ini termasuk urutan keempat penyebab kematian tertinggi di dunia.
“Kami berinisiatif menciptakan alat deteksi dini berbasis Internet of Things (IoT) dan Matching Learning (ML) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC).
Perangkat ini sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat terutama kalangan perokok,” ujar Naimah dalam keterangannya, Senin (1/9/2025).
Baca juga: Mahasiswi FK USK Fathiyyah Arafah Raih Juara 1 Tilawah Al-Qur’an Tingkat Mahasiswa Nasional
Baca juga: UBBG Borong Juara pada Penilaian Kinerja Humas PTS Terbaik LLDikti Wilayah XIII
Dikatakan, perangkat ini menggunakan sensor gas untuk menangkap data pernapasan secara real-time, lalu menganalisisnya dengan machine learning untuk mengidentifikasi indikasi awal PPOK dan tingkat keparahan penyakitnya secara akurat serta dapat digunakan secara mandiri oleh masyarakat.
“Kami sepakat memberi nama SUNSTONE atau Screening Unit for Noninvasive Detection of COPD Using Exhaled VOCs and Internet of Things,” jelas Naimah.
SUNSTONE berbentuk detektor yang dapat menganalisis gas dari hembusan napas perokok menggunakan sensor gas Volatile Organic Compounds (VOCs) dan dapat melihat keseluruhan data melalui website. terintegrasi IoT untuk mendeteksi PPOK dengan akurat dan real time.
Pendeteksian VOCs dari napas dilakukan dengan meminta pasien berkumur menggunakan air putih, menarik napas dalam, lalu menghembuskannya ke dalam mouthpiece.
Proses ini dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan data yang bervariasi dan lebih akurat.
Selama prosedur berlangsung, pengawasan ketat diterapkan guna memastikan kenyamanan, keamanan, serta menjaga privasi pasien.
Setelah pengambilan sampel selesai, setiap data yang terkumpul akan melalui tahap validasi untuk menilai kondisi kesehatan pasien terkait PPOK.
“Harapan kami, inovasi yang kami ciptakan dapat membantu tenaga kesehatan (Nakes) untuk meninjau data dan melakukan evaluasi terhadap hasil deteksi, serta mengurangi jumlah penderita PPOK dengan tingkat keparahan tinggi,” tutupnya.(*)
Baca juga: Napi Asal Aceh Timur Meninggal di Lapas Nusakambangan, Keluarga Minta Jenazah Dipulangkan
Baca juga: Mahasiswa KKN Tematik USK Lakukan Kunjungan Literasi ke MIN 5 Bener Meriah
Baca juga: Lewat Disertasi Prediksi Stunting di Kabupaten Pidie, Putri Ilham Sari Raih Gelar Doktor di USK
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Mahasiswa USK Buat Inovasi Deteksi Penyakit Paru Diberi Nama SUNSTONE, Ini Kegunaannya,
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
Mahasiswa USK
Universitas Syiah Kuala (USK)
Alat Deteksi Penyakit Paru
SUNSTONE
Penyakit Paru
Banda Aceh
Prohaba.co
| Tiga Mahasiswa Magister UBBG Banda Aceh Sukses Jadi Speaker Internasional di Malaysia |
|
|---|
| Mahasiswi Pascasarjana IAIN Langsa Raih Nilai A Sidang Tesis Meski Hidup di Tenda Pengungsian |
|
|---|
| Usung Inovasi Digital Twin Nusantara, Mahasiswa FH USK Borong Silver Medal LETIN 7 |
|
|---|
| Mahasiswa USK Raih Tiga Penghargaan di Ajang Internasional ISS 2026 di Malaysia |
|
|---|
| Prof Rita Novita Resmi Sandang Gelar Profesor Termuda di UBBG Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/mahasiswa-USK-saat-memegang-inovasi-alat-deteksi-Penyakit-Paru-Obstruktif-Kronis-PPOK-SUNSTONE.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.