Senin, 27 April 2026

Universitaria

Mahasiswi Pascasarjana IAIN Langsa Raih Nilai A Sidang Tesis Meski Hidup di Tenda Pengungsian

Semangat juang seorang mahasiswi Pascasarjana IAIN Langsa, Miftahul Jannah, patut menjadi inspirasi. Meski harus tinggal di tenda pengungsian

Editor: Muliadi Gani
Serambinews.com/HO/Foto Humas IAIN Langsa
SIDANG MUNAQASYAH - Miftahul Jannah (tengah), mahasiswi Pascasarjana IAIN Langsa yang telah menyandang gelar S2 berdiri di antara dosen penguju, usai lulus dengan nilai A pada Sidang Munaqasyah Program Studi Hukum HES IAIN Langsa. (Foto Humas IAIN Langsa) 

Ringkasan Berita:
  • Prestasi Akademik: Miftahul Jannah, mahasiswi Pascasarjana IAIN Langsa, meraih nilai A dalam sidang tesis meski hidup di tenda pengungsian akibat banjir bandang.
  • Kegigihan & Inspirasi: Ia tetap fokus menyelesaikan tesis hanya bermodalkan file di ponsel, membuktikan ketabahan dan semangat belajar di tengah keterbatasan.
  • Dukungan Kampus: IAIN Langsa menegaskan komitmen mendukung mahasiswa terdampak bencana agar akses pendidikan berkualitas tetap terjaga.

 

PROHABA.CO, KOTA LANGSA - Semangat juang seorang mahasiswi Pascasarjana IAIN Langsa, Miftahul Jannah, patut menjadi inspirasi.

Meski harus tinggal di tenda pengungsian selama tiga bulan terakhir akibat bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ia berhasil meraih nilai A dalam sidang munaqasyah tesis Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Rabu (11/3/2026).

Sidang akhir tersebut dipimpin oleh Prof Dr Iskandar Budiman MCL, dengan jajaran penguji Dr Awwaluzzikri Lc MA, Dr Muhammad Suhaili Sufyan Lc MA, Dr Syafieh MFil I, serta Sekretaris Dr Erly Ridho Kismawadi SEI MA.

Miftahul Jannah mempertahankan tesis berjudul “Pemanfaatan Barang Gadai Perspektif Imam Syafi’i dan Hambali (Studi Kasus di Desa Gelanggang Merak, Kecamatan Manyak Payet, Kabupaten Aceh Tamiang)”.

Para penguji memberikan apresiasi atas kegigihan Miftahul Jannah yang tetap fokus mempersiapkan diri meski hanya bermodalkan file tesis tersimpan di telepon genggam.

Semua dokumen fisik miliknya lenyap disapu banjir, namun hal itu tidak menyurutkan tekadnya.

Baca juga: Hasil Riset Mahasiswi Cantik UIN Ar-Raniry, Aceh Itu Toleransi Bukan Sebaliknya

Perjuangan dari Tenda Pengungsian

Sejak rumahnya rusak diterjang banjir, Miftahul Jannah bersama keluarga harus bertahan di tenda darurat.

Kondisi penuh keterbatasan tidak membuatnya menyerah.

Usai sidang akhir Pascasarjananya itu, Miftahul Jannah, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya tersebut.

“Saya tidak pernah membayangkan bisa menyelesaikan munaqasyah dalam kondisi seperti ini," ucap Miftahul Jannah.

Menurutnya, hidup di tenda pengungsian memang penuh tantangan, tetapi ia percaya ilmu harus terus diperjuangkan. 

File tesis di ponsel menjadi penyelamat, dan semangat untuk tidak menyerah membuat saya bertahan,” ucap mahasisiwi gigih ini.

Baca juga: Prof Rita Novita Resmi Sandang Gelar Profesor Termuda di UBBG Banda Aceh

Dr Muhammad Suhaili Sufyan, selaku pembimbing, menegaskan bahwa ilmu pengetahuan bisa tumbuh bahkan dari balik tenda pengungsian.

Menurutnya, Miftahul Jannah telah membuktikan bahwa ketabahan, ketekunan, tekad dan keberanian mampu menembus segala keterbatasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved