Jumat, 17 April 2026

Berita Bireuen

Pembangunan Jembatan Bailey Kutablang Dikebut, Diperkirakan Bisa Dilintasi Pekan Depan

Pembangunan jembatan bailey Kutablang di ruas jalan nasional Banda Aceh–Medan, Kabupaten Bireuen terus dipercepat.

Editor: Muliadi Gani
Tangkapan Layar YouTube ABC News/Yusmandin Idris
JEMBATAN KUTABLANG - Puluhan personel TNI dari Zipur 16 Indrapuri, Zidam Kodam Iskandar Muda dan lainnya, Rabu (17/12/2025) terlihat berjibaku menyelesaikan berbagai pekerjaan di jembatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Jika tidak ada kendala, jembatan darurat tersebut diperkirakan sudah bisa dilintasi kendaraan pada Rabu (24/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Penyambungan jembatan bailey sudah mencapai 66 meter, tinggal 4 meter lagi untuk selesai.
  • Jembatan darurat ditargetkan rampung dan bisa dilintasi kendaraan pada 24 Desember 2025.
  • Jembatan diproyeksikan menahan beban maksimal 30 ton, dengan penguatan tebing dan abutment.

 

PROHABA.CO, BIREUEN –  Pembangunan jembatan bailey Kutablang di ruas jalan nasional Banda Aceh–Medan, Kabupaten Bireuen terus dipercepat.

Proses penyambungan jembatan bailey dengan sisa Jembatan Kutablang pada lintasan jalan nasional Banda Aceh–Medan terus dikebut.

Jika tidak ada kendala, jembatan darurat tersebut diperkirakan sudah bisa dilintasi kendaraan pada Rabu (24/12/2025).

Hal itu disampaikan Danpos tim pembangunan jembatan, Letda CZI Saifullah, bersama Asisten BMN Fahruddin dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah 1, serta PPK 1.3 Provinsi Aceh Isnanda, saat meninjau lokasi Jembatan Kutablang, dikutip Serambinews.com pada Rabu (17/12/2025).

Menurut Saifullah, Kementerian PUPR bersama BPJN Aceh, PT Adhi Karya, serta personel TNI AD dari satuan Zipur dan Zidam Kodam Iskandar Muda bekerja siang malam untuk menyelesaikan pembangunan jembatan darurat yang sangat dinantikan masyarakat.

Selain Jembatan Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup di Peusangan Selatan, pemasangan jembatan bailey di Kutablang juga telah dimulai sejak beberapa hari lalu dan kini memasuki tahap akhir.

“Jika tidak ada halangan, mudah-mudahan Rabu 24 Desember sudah tuntas dan bisa dilewati kendaraan,” ujar Saifullah.

Ia menambahkan, saat ini penyambungan jembatan telah mencapai 66 meter dan masih membutuhkan sekitar empat meter lagi.

Baca juga: Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Apartemen Jakarta Timur

Baca juga: Jembatan Teupin Mane Kembali Dibuka, Akses Bireuen–Takengon Mulai Normal

Selain itu, akan dilakukan penguatan tebing di sisi timur dengan pemasangan besi pengaman guna memperkuat abutment.

Dengan demikian, jembatan diproyeksikan mampu menahan beban hingga 30 ton.

“Kami berharap nantinya setiap kendaraan mematuhi batas maksimal 30 ton agar tidak menimbulkan masalah saat melintas,” katanya.

Melansir pantauan Serambinews.com di lapangan menunjukkan puluhan personel TNI dari Zipur 16 Indrapuri dan Zidam Kodam Iskandar Muda berjibaku menyelesaikan pekerjaan.

Alat berat dan forklift digunakan untuk mengangkut material dari sisi barat ke bagian tengah jembatan.

Sebagian besar rangka jembatan telah dirangkai dan siap didorong ke posisi pemasangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved