Khutbah Jumat
Bencana Alam Sebagai Tanda Ujian Allah
Hadirin sidang jemaah Jumat yang dimuliakan Allah. Bencana dan musibah yang datang silih berganti sejatinya adalah ujian dan cobaan dari Allah.
Oleh: Tgk. Waled Bukhari, Wakil Ketua II Perti Aceh disampaikan di Mesjid Agung Sulthan Jeumpa Bireuen
PROHABA.CO, BIREUEN - Hadirin sidang jemaah Jumat yang dimuliakan Allah. Bencana dan musibah yang datang silih berganti sejatinya adalah ujian dan cobaan dari Allah.
Tidak ada satu pun yang menimpa kita kecuali telah ditetapkan oleh-Nya, sebagaimana yang tercermin dalam firman Allah yang artinya, “Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan tapa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami dan hanya kepada Allahlah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”
Melalui mimbar Jumat ini, khatib mengajak, terutama diri pribadi dan seluruh jemaah, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subnahu wa ta‘ala.
Karena Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang bertakwa bahwa: Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan; Allah akan memberikan kemudahan dalam segala urusan.
Hadirin yang dirahmati Allah. Allah mengingatkan bahwa kerusakan yang terjadi di muka Bumi bukan tanpa sebab, sebagaimana termaktub dalam firman-Nya yang artinya, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. Allah membuat mereka merasakan sebagian akibat dari perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.”
Allah juga berfirman yang artinya, “Katakanlah: Berjalanlah di muka Bumi, lalu perhatikan bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang musyrik.”
Hadirin jemaah Jumat, Kita menyaksikan kondisi Aceh yang sedang tidak baik-baik saja.
Bumi Aceh dikuras dan dirusak oleh tangan-tangan manusia yang serakah, yang telah kehilangan nilai kemanusiaan dan hanya mengikuti bisikan setan.
Allah mengisahkan dalam Al-Qur’an, “Bacakanlah kepada mereka kisah orang yang telah Kami beri ayat-ayat Kami, lalu dia melepaskan diri darinya, kemudian setan mengikutinya sehingga dia termasuk orang-orang yang sesat.”
Allah juga berfirman yang artinya, “Seandainya Kami menghendaki, niscaya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia condong kepada dunia dan mengikuti hawa nafsunya. Maka, perumpamaannya seperti anjing: jika dihalau ia menjulurkan lidahnya, jika dibiarkan pun ia tetap menjulurkan lidahnya. Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”
Hadirin yang dimuliakan Allah. Musibah dan bencana yang terjadi memiliki beberapa makna:
1. Jalan menuju surga bagi mereka yang wafat dalam keadaan syahid;
2. Ujian dan cobaan bagi orang-orang beriman;
3. Teguran Allah bagi hamba-Nya yang lalai; dan
| Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Abana Rahmat Fajri : Jangan Lupa Memikirkan Cara Pulang yang Terbaik |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Abi Yusuf Ahmad : Berburu Pahala di Bulan yang Penuh Berkah |
|
|---|
| Menegakkan Nilai Al-Quran di Tanah Para Syuhada |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Tgk Dr Syadidul Kahar MPd : Membumikan Pilar Peradaban Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/bfdbs.jpg)