Selasa, 26 Mei 2026

Khutbah Jumat

Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua

Marilah kita tingkatkan ke takwaan kita kepada Allah Swt dengan sebenar-benarnya takwa. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: IKL
Istimewa
Tgk. Iqbal Hasan Pimpinan Balai Pengajian Ruhul Fata dan Al-Munafis Tareqat Naqsabandiyah abu Matang Perlak, Gampong Hagu Teungoh, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. 

Khutbah Jum'at oleh Tgk. Iqbal Hasan
Pimpinan Balai Pengajian Ruhul Fata dan Al-Munafis Tareqat Naqsabandiyah abu Matang Perlak, Gampong Hagu Teungoh, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Dialah yang masih memberi kita kesempatan untuk hidup, untuk sujud, dan untuk memperbaiki diri sebelum datangnya kematian. 

Selawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. 

Ma’asyiral muslimin rahima kumullah. 
Marilah kita tingkatkan ke takwaan kita kepada Allah Swt dengan sebenar-benarnya takwa. 

Pada khutbah hari ini, khatib mengajak diri khatib dan seluruh jemaah sekalian untuk merenungkan satu perkara besar dalam hidup kita, yaitu berbakti kepada kedua orang tua. 

Allah Swt berfirman yang artinya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua maka janganlah engkau mengatakan ‘ah’ kepada keduanya dan janganlah engkau membentak mereka…” 

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah. 
Ayat ini menunjukkan bahwa setelah perintah tauhid, Allah langsung memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua. 

Ini tanda bahwa kedudukan orang tua sangatlah tinggi di sisi Allah. Namun, realita hari ini… Banyak anak yang lalai. 

Lebih sibuk dengan dunia. Lebih patuh kepada orang lain daripada kepada orang tuanya. Kalau berkata “ah” saja dilarang… bagaimana dengan sikap kasar kita selama ini? 

Masjid Agung Islamic Center Kota Lhokseumawe
Masjid Agung Islamic Center Kota Lhokseumawe

Ma’asyiral muslimin rahima kumullah. 
Dengarkan sebuah kisah yang sangat menggetarkan hati berikut ini: Pada zaman Rasulullah saw, ada seorang sahabat bernama Al-Qamah. 

Ia dikenal sebagai orang yang rajin shalat, rajin puasa, dan banyak bersedekah. 

Namun, ketika ajalnya tiba, dia tidak mampu mengucapkan kalimat La ilaha illallah… Keluarganya panik, lalu mengabarkan kepada Rasulullah saw. 

Maka Rasulullah mengutus sahabat untuk menanyakan keadaan ibunya.

Ternyata, ibunya masih hidup. Namun, ia menyimpan kekecewaan yang dalam terhadap anaknya tersebut. 

Ibunya berkata, “Al-Qamah lebih mengutamakan istrinya daripada aku.” Subhanallah… Seorang yang rajin ibadah, tapi terhalang mengucapkan kalimat tauhid di akhir hayatnya karena menyakiti hati ibunya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved