Rabu, 8 April 2026

Kebakaran di Aceh Timur

Diduga Korsleting Listrik, 13 Ruko di Peunaron Aceh Timur Hangus Terbakar

Kebakaran hebat tersebut melanda kawasan perdagangan di Dusun Pajak, Desa Arul Pinang, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur

Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
RUKO TERBAKAR - Sebanyak 13 ruko di Kecamatan Peunaron, Aceh Timur ludes terbakar diduga akibat korsleting listrik, Kamis (22/1/2026). (Serambinews.com/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Kebakaran hebat melanda kawasan perdagangan Dusun Pajak, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, menghanguskan 13 unit ruko.
  • Api diduga berasal dari korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan mayoritas berbahan kayu.
  • Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan lebih dari Rp100 juta.

 

PROHABA.CO, ACEH TIMUR -  Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Aceh Timur.

Kebakaran hebat tersebut melanda kawasan perdagangan di Dusun Pajak, Desa Arul Pinang, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, pada Kamis (22/1/2026) siang. 

Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan mengagetkan warga, terutama karena berlangsung pada jam-jam sibuk aktivitas jual beli.

Api mulai terlihat sekitar pukul 11.10 WIB dan dengan cepat membesar, melalap deretan rumah toko (ruko) yang sebagian besar berkontruksi kayu.

Sedikitnya 13 unit ruko dilaporkan hangus terbakar dalam waktu singkat.

Bangunan yang berdempetan dan material kayu yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api yang semakin besar membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Camat Peunaron, H. Muhammad H. Ishak, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik.

Percikan api pertama kali muncul dari salah satu kios penjual sayuran dan buah-buahan.

“Karena bangunan rata-rata berbahan kayu, api dengan sangat cepat membesar dan menjalar ke ruko di sekitarnya hingga menghanguskan belasan unit,” ujarnya.

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Kerja Cepat Kak Na Pascabencana Aceh

Baca juga: Rumah Petani di Lhokseumawe Ludes Terbakar, Diduga Akibat Konsleting Listrik

Sekitar satu jam setelah kejadian, tiga unit armada pemadam kebakaran dari Pos Ranto Peureulak tiba di lokasi.

Personel pemadam kebakaran dibantu unsur TNI, Polri, aparat desa, serta masyarakat setempat bekerja sama memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan permukiman warga.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena besarnya kobaran api dan keterbatasan sumber air di lokasi.

Setelah hampir tiga jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.00 WIB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved