Kamis, 4 Juni 2026

Pemilihan Rektor USK

Prof Mirza Tabrani Terpilih Sebagai Rektor USK Periode 2026-2031, Berikut Profil dan Karier Akademik

Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh untuk periode 2026–2031.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
REKTOR USK TERPILIH - Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) terpilih periode 2026-2031. Berikut Profil dan Karier Akademik (Serambinews.com/HO) 

Dalam pencalonannya sebagai rektor, Prof Mirza menekankan tujuh poin utama, dengan fokus utama pada pembangunan Good University Governance (GUG) sebagai fondasi USK.

Di atas pondasi itu, ia juga akan membangun smart humanocracy governance dan Integrity.

Menurutnya, hal tersebut adalah cara modern untuk mengimplementasi GUG.

Konsep ini menekankan kepemimpinan berbasis penghormatan terhadap manusia sebagai subjek yang berhak berkembang, sambil tetap menuntut kinerja dan pengabdian.

“Saya mau, siapapun di USK nantinya akan mendapat kesempatan yang adil untuk berkembang.

Jadi, birokrasi kaku kita tinggalkan,” ucap Prof Mirza.

Baca juga: 8 Akademisi Resmi Daftar Calon Rektor USK 2026–2031, Rita Khathir dan Rizal Munadi Ikut Mendaftar

Hal ini, lanjutnya, tentu saja harus didukung oleh smart governance (tata kelola cerdas) yang menjamin percepatan layanan, mengurangi birokrasi (apalagi yang kaku) dan juga mencegah praktik korupsi.

“Dua itu akan mendukung aspek integritas. Kiban haba meunan but. Konsisten, agar kompeten,” ujar Prof Mirza.

Menurutnya, dengan dukungan iklim USK, dirinya juga bertekad akan menghadirkan USK Holding Company sebagai langkah memperkuat kemandirian finansial USK.

Hal itu dilakukan, lantaran USK memiliki aset dan sumber daya manusia yang handal.

 “Jadi apa yang sudah pernah dibuka jalan oleh Rektor sebelum-sebelumnya, harus dilanjutkan sampai nyata agar segera membantu USK dan juga Aceh,” jelasnya.

Nantinya, USK Holding ini akan mengelola aset produktif universitas, secara profesional.

Seperti rumah sakit dengan layanan premium yang ikut membantu mengurangi beban RSUZA.

Pengembangan pusat pelatihan dan riset terpadu, serta optimalisasi laboratorium terakreditasi yang bisa dikomersialisasikan.

Selain daripada itu, Prof Mirza juga akan mengembangkan pusat pelatihan dan peningkatan pusat riset terpadu serta mengoptimalisasikan laboratorium terakreditasi sehingga dapat dikomersialisasikan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved