Berita Banda Aceh
Waspada Penipuan Digital Bermodus Scam Coretax, Praktisi IT Bongkar Ciri Pesan yang Kuras Saldo
Gelombang penipuan digital (scamming) dengan modus pembaruan sistem perpajakan Coretax semakin meresahkan masyarakat di Aceh.
Ringkasan Berita:
- Modus penipuan Coretax di Aceh semakin marak, korban kehilangan saldo rekening hingga puluhan juta rupiah akibat tautan phishing dan rekayasa sosial.
- Pelaku menggunakan trik meyakinkan, seperti pesan resmi di grup WhatsApp dan video call dengan seragam pajak, untuk memperdaya korban agar memberikan data sensitif.
- Pakar IT Teuku Farhan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah klik tautan mencurigakan, selalu verifikasi informasi ke kanal resmi.
PROHABA.CO, BANDA ACEH – Gelombang penipuan digital (scamming) dengan modus pembaruan sistem perpajakan Coretax semakin meresahkan masyarakat di Aceh.
Korban terus berjatuhan dengan kerugian materiel yang signifikan akibat kecanggihan rekayasa sosial dan trik tipuan para pelaku.
Peristiwa terbaru menimpa Nur Nihayati (Aya), seorang karyawati perusahaan di Aceh, yang mengaku sangat kesal karena saldo rekeningnya ludes hanya dalam hitungan menit pada Selasa (10/2/2026).
Aya terpedaya instruksi palsu di grup WhatsApp kantornya yang mengarahkan pada layanan “konsultasi” bodong.
Tak hanya Aya, seorang warga lainnya juga melaporkan suaminya kehilangan uang sebesar Rp60 juta setelah ponselnya dikuasai peretas saat mencoba mengisi data Coretax.
Para pelaku menggunakan metode persuasif, mulai dari menyebarkan pesan resmi di grup WA hingga melakukan panggilan video (video call) dengan mengenakan seragam resmi pegawai pajak.
Modus ini dilakukan demi meyakinkan korban agar melakukan “validasi data” melalui tautan tertentu yang ternyata menjadi pintu masuk peretasan saldo.
Baca juga: Waspada Penipu Berkedok Pegawai Pajak, Incar Anggota Grup WA, Tawarkan Konsultasi Coretax
Penipuan modus Coretax
Praktisi IT Aceh sekaligus Direktur Eksekutif Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Foundation, Teuku Farhan, menemukan adanya benang merah dalam kasus ini.
Menurutnya, titik kritis utama terletak pada proses validasi data yang melibatkan tautan mencurigakan.
“Proses validasi data, apakah berupa tautan khusus?
Apa isi tautannya, apakah ada diminta mengirim sesuatu, misalnya OTP atau password?
Kemungkinan besar dari sini awal mulanya,” jelas Farhan kepada Prohaba di Banda Aceh, Kamis (12/2/2026).
Ia menegaskan bahwa pelaku menggunakan social engineering (rekayasa sosial) untuk mengeksploitasi kelengahan manusia.
Dengan dalih validasi pajak, pelaku mengirimkan tautan phishing atau situs palsu untuk mengelabui korban.
Berita Banda Aceh
Coretax
Scam Coretax
Penipuan
Praktisi IT
DJP
Pesan WA
Penipuan Coretax
pajak
Banda Aceh
Prohaba.co
Prohaba
| Polisi Ungkap Motif Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh, Tiga Pengasuh Jadi Tersangka |
|
|---|
| Sidak Ombudsman di RSUDZA: Fasilitas Rusak dan Pelayanan Jadi Sorotan |
|
|---|
| Lima Profesor Baru USK dari Teknik, Dorong Riset Teknologi, Infrastruktur dan Kecerdasan Buatan |
|
|---|
| Petugas Kebersihan Temukan Janin di Bantaran Sungai Krueng Doy Banda Aceh |
|
|---|
| Mualem Apresiasi Arab Saudi, Bahas Pemulihan Pascabencana hingga Ikut Majukan Pendidikan Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Foto-Ilustrasi-penipuan-Digital-02.jpg)